
Rokan Hulu – Seorang anak perempuan asal Kecamatan Deli Tua, Sumatera Utara (Sumut), inisial SR (14), diduga menjadi korban pelecehan seksual di dalam bus Batang Pane Baru jurusan Medan-Rohul, Riau, pada Sabtu (21/1/2023) lalu.
Dari penuturun ayah korban, EST (41), anak keduanya itu diberangkatkan dari Medan dengan tujuan untuk bersekolah di rumah saudaranya di Kecamatan Rambah Hilir, Rokan Hulu, Riau.
“Anak saya ini tak tamat SD (Sekolah Dasar), Jadi rencananya, dia mau kejar paket di Rohul,” ujar EST, kepada Mengabarkan.com, pada Kamis (26/1/2023) malam, di Mapolsek Rambah Hilir.
Ia menceritakan, pada Jumat (20/1/2023) anaknya diberangkat dari loket Batang Pane Baru di Terminal Amplas, Medan, dengan tujuan ke Kecamatan Rambah Hilir. Dan kursi yang ditumpangi anaknya itu, nomor 24 dengan kondisi ada penumpang lainnya.
Sesampainya di Kisaran, Sumut, bus tersebut behenti untuk makan. Usai makan malam, kondektur atau kernetnya menyuruh korban untuk pindah ke kursi nomor 34 yang berdekatan dengan kernet.
“Dalam perjalanan anak saya ini tertidur. Sekitar pukul 03.00 Wib, SR terbangun dan melihat celananya sudah sampai ke kaki. Atas kejadian itu, kami dari pihak keluarga langsung melaporkan ke Polsek Rambah Hilir, Rokan Hulu Riau,” ungkapnya.
Sementara itu, pamannya RR yang tinggal di Rambah Hilir, Rohul, Riau, juga membenarkan peristiwa yang terjadi. “Iya bang, setelah kita mendengar peristiwa itu, kita langsung melaporkan ke Polsek Rambah Hilir. Tetapi, dari keterangan Polisi, saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Polda Sumut,” jelasnya, pada Jumat (27/1/2022).
Sementara itu, meyikapi laporan peristiwa tersebut, Kapolres Rokan Hulu AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH membenarkan kalu kasus tersebut sudah ditangani oleh Polda Sumatera Uatara.

“Atas adanya laporan warga ke Polsek Rambah Hilir, pihak kita langsung melakukan koordinasi dengan pihak Polda, karena lokasi kejadianya berada di wilayah Sumut,” ujar AKBP Pangucap, kepada Mengabarkan.com, pada Kamis (26/1/2023) malam.
AKBP Pangucap menambahkan, setelah melakukan koordinasi dengan Polda Sumut, pihak Polres Rohul melakukan penyerahan anak kepada orangtua yang didampingi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Provinsi Sumatera Utara.
“Saya sebagai Kapolres Rokan Hulu, turut prihatin atas kejadian yang menimpa SR, dan Polres Rohul sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Sumut, untuk menangani perkara ini, karena tempat kejadinya di wilayah hukum Polda Sumatera Utara,” ucap Kapolres.
Kapolres Rohul ini juga menyampaikan, ucapan terima kasihnya kepada pihak keluarga yang ada di Rohul, yang sudah sabar dan tidak melakukan tindakan yang melawan hukum. Dan sebagai orang tua harus kuat menghadapi cobaan ini.
“Yang terpenting kita bersama sama menguatkan anak kita untuk mendukung masa depan nya , dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak Polda Sumatera Utara, “ kata Kapolres saat penyerahan anak kepada orangtuanya yang dihadiri oleh Kapolsek Rambah hilir Ipda Debi Azhar,SH.MH, Tim dari Dinas P3AKB Provinsi Sumut, M. Syahrial Ali Lubis , SE. M.Si, M. Supizal Amri , S.AP, Widiya Susanti ,S.Psi , Tim dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Rohul yang dihadiri, Desi Defiani SE. (Paber)
