Mengabarkan.com — Polsek Kepenuhan, Polres Rokan Hulu, terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan humanis, keagamaan, kekeluargaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Program pembinaan yang digagas Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes, S.H. tersebut mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kepenuhan, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Dukungan itu menjadi bagian penting dalam proses pembinaan para pengguna narkoba agar tidak hanya mampu meninggalkan kebiasaan buruk, tetapi juga dapat kembali menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, produktif, dan diterima di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap program tersebut diterima Polsek Kepenuhan pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Bentuk dukungan yang diberikan antara lain berupa penyediaan baju khusus bagi peserta program pembinaan serta kesempatan bekerja sementara bagi para binaan.
Saat ini, sebanyak enam orang mengikuti program pembinaan Polsek Kepenuhan. Mereka berasal dari sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Kepenuhan dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, mulai dari wiraswasta, petani hingga pelajar.
Dalam prosesnya, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan pendekatan keagamaan dan mental, termasuk Ruqyah Syar’iyyah, pendampingan kekeluargaan, serta penguatan motivasi agar para binaan memiliki kemauan untuk berubah.
Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes menilai, proses pemulihan seseorang dari penyalahgunaan narkoba membutuhkan dukungan bersama.
Karena itu, keterlibatan keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar dinilai sangat penting agar para binaan tidak merasa dikucilkan.
Menurutnya, kesempatan untuk kembali bekerja dan beraktivitas secara positif dapat menjadi salah satu dorongan bagi para binaan untuk membangun kembali kehidupan mereka.
Hasilnya, program pembinaan tersebut mulai menunjukkan perubahan positif. Sejumlah binaan telah kembali melakukan berbagai aktivitas produktif dan memperoleh penghasilan secara mandiri.
Beberapa binaan di antaranya bekerja sebagai penjual air tebu. Ada pula yang bekerja sebagai tukang bangunan dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki.
Sementara itu, salah seorang binaan telah aktif sebagai petugas kebersihan masjid sekaligus terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes, S.H. mengatakan, keberhasilan pembinaan tidak hanya dilihat dari kemampuan seseorang meninggalkan narkoba, tetapi juga dari sejauh mana mereka mampu kembali membangun kehidupan yang sehat, mandiri, dan produktif.
“Pembinaan ini bukan hanya tentang bagaimana seseorang meninggalkan narkoba, tetapi bagaimana kita bersama-sama membantu mereka menemukan kembali arah hidupnya. Mereka harus diberikan kesempatan untuk bekerja, beribadah, berkarya dan kembali menjadi bagian dari masyarakat,” ujar IPTU Jonnes.
Ia menambahkan, dukungan MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga memberikan penguatan yang sangat berarti dalam membangun motivasi, pembinaan keagamaan, penguatan mental, sekaligus menciptakan penerimaan sosial terhadap para binaan.
“Ketika keluarga dan masyarakat memberikan ruang untuk berubah, maka proses pembinaan akan menjadi jauh lebih kuat. Kami ingin para binaan tidak hanya berhenti dari kebiasaan yang merugikan, tetapi juga memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Seiring berjalannya program, sejumlah perubahan mulai terlihat. Para binaan mulai meninggalkan kebiasaan yang merugikan diri sendiri maupun keluarga, memiliki aktivitas positif, memperoleh penghasilan melalui pekerjaan yang halal, serta semakin percaya diri untuk kembali berbaur dengan masyarakat.
Dukungan keluarga juga semakin terlihat dalam proses perubahan tersebut. Di sisi lain, masyarakat mulai membuka ruang dan memberikan kesempatan kepada para binaan untuk memperbaiki diri serta kembali berkontribusi secara positif.
Polsek Kepenuhan memastikan program pembinaan akan terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan sekaligus mencegah para binaan kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Program ini menjadi bukti bahwa penanggulangan narkoba tidak hanya membutuhkan langkah penegakan hukum, tetapi juga pembinaan, pendampingan, kepedulian sosial, serta kesempatan kedua bagi mereka yang memiliki kemauan untuk berubah.
Dengan dukungan bersama, para binaan diharapkan mampu meninggalkan masa lalu, kembali produktif, dan membangun masa depan yang lebih baik di tengah masyarakat.
Editor: Rido






