
Mengabarkan.com – Demi mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polres Rokan Hulu, AKBP Budi Setiyono bersama jajaranya melakukan pengecekan peralatan dan kesiapsiagaan seluruh tim gabungan, pada Selasa (24/5/2023), di halaman Kantor PT. Bina Daya Bentala (BDB), Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam.

Kapolres menyampaikan, untuk mengantisipasi penanganan karhutla di Rohul, perlu dilakukan berbagai upaya dengan memberdayakan seluruh stakeholder secara komprehensif.
“Saat ini kita sedang menghadapi cuaca El Nino atau fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia,” jelas AKBP Budi.
Untuk itu, lanjut AKBP Budi, sangat diperlukan peran dan Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi (K3) yang baik antar stakeholder dalam penanganan karhutla, khususnya di wilayah hukum Polres Rohul.
“Mari kita kompak untuk mengantisipasi terjadinya karhutla ini. Tetap libatkan seluruh instansi terkait, baik Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika), TNI-Polri, aparat desa , BPBD, Damkar, pihak perusahaan dan tim lainya,” pinta AKBP Budi.
Kapolres menambahkan, Apel Kesiapan Penanganan Karhutla ini dilaksanakan di Polsek Bonai Darussalam, mengingat wilayah tersebut merupakan lahan gambut.
“Kita sengaja memilih tempat ini (Bonai Darussalam red), karena di sini merupakan lahan gambut. Sehingga sangat diperlukan konsentrasi dan kesiapsiagaan jika terjadi kebakaran,” jelas Kapolres.
Satgas Satria Kresna
Satuan Tugas (Satgas) yang diberi nama ‘Satria Kresna’ adalah Satgas Karlahut yang dibentuk sejak tahun 2016 lalu.
Pembuntukan satgas ini, kerana Kecamatan Bonai Darussalam merupakan kawasan rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Satgas ini terdiri dari 210 anggota inti yang tergabung dalam 17 Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bonai Darussalam.
Seperti diketahui, pada 2016 lalu, Kecamatan Bonai Darussalam merupakan daerah terparah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan. Berkaca dari pengalaman itu, pemerintah Kecamatan bersama pihak perusahaan menggagas terbentuknya Satgas Satria Kresna BDS.
Motto Satgas Satria Kresna BDS ini adalah ‘Zero Fire, Zero Hotspot’ dan ‘Pantang Pulang Sebelum Padam’. (Paber).

