
Mengabarkan.com – Dari 12 Kecamatan di Rokan Hulu Riau, Kecamatan Bonai Darussalam merupakan wilayah yang paling rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), karena struktur lahan merupakan gambut.
Hal itu disampaikan Kapolres Rokan Hulu, AKBP Budi Setiyono SIK, MH, seusai rapat analisa dan evaluasi (Anev) penanganan karhutla yang dilaksanakan di Aula lantai tiga, Kantor Bupati Rohul di Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, pada Selasa (2/5/2023).
Kapolres juga menyampaikan, jika terjadi karhutla di Kabupaten Rokan Hulu, banyak lokasi yang sulit dilalui dengan kendaraan roda empat.
“Saat terjadi karhutla, banyak medan yang sulit dilalui dengan roda empat dan hanya dapat di tempuh dengan berjalan kaki dan roda dua. Makanya kita sangat membutuhkan kendaraan roda dua atau motor trail,” kata AKBP Budi Setiyono.
AKBP Budi menambahkan, semua wilayah yang ada di Kabupaten Rokan Hulu rawan akan terjadinya karhutla.
“Dari tingkat kerawanan itu, kita temukan ada di sana wilayah Kecamatan Bonai Darussalam. Karena wilayah di sana struktur lahannya adalah gambut dan cukup rawan. Pemadaman di wilayah gambut cukup sulit, sudah dipadamkan di permukaan tetapi di bawah masih membara. Jadi perlu penaganan yang cukup serius,” jelasnya.
“Dengan adanya kegiatan rapat koordinasi ini, kita ingin menggugah semangat semua stekholder yang ada di sini jangan saja TNI Polri dan BPBD yang harus turun duluan. Kita harus sama-sama turun dalam melakukan pemadaman,” tutupnya.
Masih di tempat yang sama, Dandim 0313/KPR Letkol Arh Muliyadi yang di wakili Danramil 11 Tambusai Kapten Inf Lilik Haryono mengimbau kepada semua pihak agar meninggalkan kebiasaan lama jika ingin membuka lahan dan hutan diduga masih menggunakan cara lama dengan membakar.
“Mari secara bersama kita lakukan pencegahan karhutla dengan cara tidak membakar lahan maupun hutan jika ingin bertani,” imbau Kapten Inf Lilik Haryono.
“Babinsa bersama Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak satuan dalam memonitor daerah binaanya masing-masing. Untuk itu semua stekholder harus dapat bekerja sama serta berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam mencegah karhutla,” sambugnya. (Paber/Dedy).






