Setelah Beritanya Viral, Akhirnya Rumah Pasutri yang Tinggal Dekat Kuburan Dibangun Gubernur Riau

Mirisnya, pasangan sumai istri (Pasutri) ini tinggal di sebuah rumah papan yang berukuran 4×4 meter, yang berdekatan dengan pemakaman umum. Kondisi rumah itu pun jauh dari kata layak. Foto/Mengabarkan.com

Rokan Hulu Mengabarkan.com – Setelah viral pemberitaan terkait kondisi pilu yang dirasakan oleh pasangan suami istri di Kecamatan Ujung Batu, Rohul, Riau itu, ternyata mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Riau dan Pemkab Rohul.

Terbukti, Gubernur Riau H Syamsuar didampingi Bupati Rokan Hulu, H Sukiman bersama Wabup, H Indra Gunawan, mendatangi kediaman Aris dan Asmidar di RT 001 RW 004, Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu, Rohul, Riau, pada Kamis (6/4/2023).

Gubernu Riau terlihat menyerahkan bantuan dana pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Aris dan Asmidar sebesar Rp 70.000.000.

Selain bantuan dana pembangunan RLH, Gubri juga terlihat memberikan bantuan sembako kepada pasangan suami istri yang tinggal dekat kuburan tersebut.

Gubernur mengakui, pihaknya turun ke Rohul selain untuk bersilaturahmi dengan warga Rohul, juga bertujuan untuk memberikan bantuan dana untuk pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) kepada warga kurang mampu dari BAZNas Riau.

“Saya berharap rumah ini segera dibangun dan selesai tepat waktu dan dapat dipergunakan untuk keluarga Waris,” harap Gubernur Syamsuar.

Ditempat yang sama, pasangan Waris dan Asmidar penerima Bantuan RTLH terharu bahagia dan mengucapkan terimakasih kepada Pemprov dan Pemkab Rohul yang telah memberikan bantuan untuk pembangunan rumahnya.

Sementara Upik, si pemilik tanah yang ditempati pasutri saat ini, mengakui akan  mewakafkan tanahnya untuk pembangunan rumah Waris dan keluarga.

“Pak Waris ini sudah tinggal di sini sejak tahun 2000-an. Dan saya bersedia dan ikhlas untuk mewakafkan tanah saya ke Pak Waris,” ujarnya.

Foto/Mengabarkan.com

Tinggal Dekat Kuburan

Sebelumnya, kabar memilukan datang dari sebuah keluarga miskin di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Waris (53) bersama istri tercintanya Asmidar, hidup melarat dengan hanya mengharapakan uluran tangan dari warga sekitar.

Mirisnya, pasangan sumai istri (Pasutri) ini tinggal di sebuah rumah papan yang berukuran 4×4 meter, yang berdekatan dengan pemakaman umum. Kondisi rumah itu pun jauh dari kata layak.

Waris (53) bersama istri keduanya Asmidar, tinggal di sebuah rumah yang kondisinya tidak layak untuk ditempati. Ironisnya, kedua pasangan ini pun sama sekali tidak lagi bisa bekerja seperti biasanya.

Terlihat, sebagian dinding rumah yang terbuat dari papan itu sudah lapuk. Ada juga dinding yang dilapisi dengan seng bekas. Bahkan pintu depan pun sudah rusak. Hanya bisa masuk melalui pintu belakang. Penerangan di dalam rumah itu hanya ada satu lampu, dan satunya lagi tepasang di belakang rumah. Aliran arus listriknya pun diambil dari masjid yang tak jauh dari rumahnya.

“Sudah 7 tahun kami di sini. Ini istri kedua saya. Istri pertama sudah meninggal 10 tahun lalu. Kalau dari sini (istri kedua), tak ada anak. Kalau dari istri kemarin, anak saya ada dua. Satu perempuan dan satu laki-laki. ” kata Waris menceritakan kisah hidupya.

Mendeirta Diabetes    

Pria kelahiran Kabupaten Kampar ini menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, mereka dibantu oleh warga sekitar, serta pihak lain yang peduli dengan kondisi kehidupannya.

“Saya dulu kerja bangunan, bawak becak juga. Sekarang saya sudah sakit gula basah (diabetes),” ujarnya sembari menunjukkan satu jari tangan dan dua jari kakinya yang sudah putus, kepada reporter Mengabarkan.com, pada Sabtu (18/3/2023). (Paber)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru