
Rokan Hulu, Mengabarkan.com – “Jangan pernah takut, apabila kita dipercaya untuk menjabat sebagai Bhabinkamtibmas. Karena jabatan tersebut merupakan sebuah kepercayaan bagi kita,” kata Brigadir Lisnawati memulai perbincangan dengan reporter Mengabarkan.com, di Mapolsek Rambah, pada Kamis (9/3/2023).
Wanita yang memulai karir sebagai polisi, sejak tahun 2009 lalu itu, ternyata baru hitugan bulan dipercaya sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Rambah. Wilayah binaanya pun ada di ‘jantung’ kota Rokan Hulu, yaitu Kelurahan Pasir Pengaraian.
Memang, tak hanya Lisnawati yang dipercaya sebagai Bhabinkamtibmas di Polres Rokan Hulu, ada juga Briptu Neni Yusnia. Polisi Wanita (polwan) yang satu ini juga dipercaya mengamakan Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah.
“Jumlah Bhabinkamtibmas di Rohul itu ada 113 personel. Kalau Bhabinkamtibmas yang perempuan hanya ada dua, yaitu saya dan kak Neni,” ujar kelahiran 1989 ini.

Meski baru hitungan bulan menjadi Bhabinkamtibmas, tak membuat Brigadir Lisna kaku saat menjalankan tugas. Terbukti, Lisna tak terlihat cangung saat menyambangi rumah-rumah warga di wilayah binaanya.
“Kita harus semangat dan selalu humanis dalam menjalankan tugas. Karena memang Bhabinkamtibmas itu harus hadir di tengah-tengah masyarakat, dan mampu memberikan solusi kepada warga, khususnya mengenai Kamtibmas [Kemanan dan Ketertiban Masyarakat]. Semua itu harus bisa aman dan kondusif, sesuai dengan arahan dan perintah dari Bapak Kapolres Rokan Hulu, AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK,” ujarnya.
Warga Sempat Apatis Melihat Polisi
Ternyata, perjuangan dan semangat Brigadir Lisnawati untuk menyampaikan edukasi dan pesan-pesan kamtibmas kepada warga binaannya, tidak semulus yang dibayangkannya. Masih ada warga yang apatis melihat sosok polisi.

“Masih Bang. Saya juga tidak tahu kenapa masyarakat agak apatis dengan polisi. Tapi itu saya anggap biasa, yang penting niat dan tujuan kita baik demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.
“Tapi saya lihat, dari beberapa bulan ini, warga sudah mulai menerima kehadiran kita [polisi] . Dan itu terlihat, saat kita melaksankan edukasi ke sekolah-sekolah. Sudah banyak warga, bahkan murid yang ingin duduk bersama kita. Bahkan minta foto bareng lagi,” sambung Lisna sembari tertawa.
Amankan Siswa yang Keluyuran saat Jam Sekolah
Selain edukasi dan menyambangi warga, Brigadir Lisnawati juga pernah mengamankan puluhan siswa SMP yang keluyuran saat jam belajar. Ia pun langsung menemui anak-anak itu, guna memberikan pemahaman dan nasihat.

“Waktu itu, sekitar Pukul 10 pagi, ada laporan ke saya, bahwa ada siswa yang keluyuran. Medengar info itu, saya langsung berangkat. Dan ternyata benar,” cerita Lisnawati.
“Saya kumpulkan mereka [siswa red], dan saya panggil kepala sekolah dan gurnya. Setelah itu kita buat surat pernyataan beserta video-nya, agar siswa itu tak mengulangi lagi perbuatan,” ujar ibu dari tiga anak ini.
Untuk itu, tambah Lisnawati, dengan berbagai persoalan yang ditemui di lapangan, dibutuhan peran dari semua lapisan agar perosalan bisa teratasi.

“Memang, semuanya harus terlibat, mulai dari orangtua, guru, tokoh adat dan tokoh agama. Sehingga tingkat kenakalan siswa dan remaja itu bisa diatasi,” jelasnya. (Paber).






