
Mengabarkan.com – Hari itu jarum jam menunjukkan Pukul 17.00 WIB. Bus pariwisata berwarna pink sedang terparkir menunggu rombongan. Tak begitu lama, satu persatu Jurnalis memasuki bus yang diberi nama ‘Putri Bintang’ itu.
Perjalanan dari Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Riau menuju Sumatra Barat pun dimulai. Saat di dalam bus, wartawan yang memboyong keluarga masing-masing, terlihat akrab dan penuh kebahagiaan.
“Santai aja kita Pak Sopir. Enggak ada yang diburu,” pinta Amin Syukri yang juga Ketua PWI Rohul itu, sambil tersenyum, pada Jumat (28/4/2023).
Selama di perjalanan, sesekali rombongan bernyanyi karoke yang sudah disediakan oleh pimilik bus.
Selama 9 jam di perjalanan, rombongan pun akhirnya sampai ke tujuan, yakni di kota Padang, tepatnya di Hotel Cavery Beach, Bungus, Padang, Sumatera Barat.
Setelah istirahat sejenak, rombongan pun bersiap untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya, yaitu ‘In–depth Writing Workshop Penulisan Feature Pariwisata’
Kegiatan untuk meningkatkan kemampuan wartawan, khususnya anggota PWI di Rohul itu berjalan dengan baik. Bahkan, terlihat para peserta antusias saat narasumber Firdaus Abie dari Direktur dan Pemimpin Redaksi Rakyat Sumbar dan Syam Irfandi yang merupakan Chief Of Center Languange, literature & Culture Studies menyampaikan trik dan cara penulisan berita feature.

Syam Irfandi mengatakan, berkenaan dengan pariwisata, model jurnalisme sastrawi sangat cocok diterapkan dalam penulisan in-depth Feature karena dapat memberi nilai lebih pada rasa kepada pembaca,” ujarnya.
“Bila sebuah tulisan adalah tubuh, jurnalisme sastrawi dianalogikan sebagai roh yang menghidupkan tulisan itu sendiri, sehingga pembaca benar-benar merasakan pengalaman penulis saat memaparkan liputan terkait pariwisata,” kata Syam
Syam menuturkan, meski ragam jurnalisme sastrawi menerapkan unsur- unsur sastra dalam penulisan, tetapi tetap mengutamakan kaidah jurnalistik.
“Ini karya jurnalistik, bukan fiksi, jadi tetap mengedepankan kaidah jurnalistik dalam penulisannya. Tetap ada unsur, 5W1H,” jelasnya.
“Karya jurnalistik dalam bentuk in-depth tidak akan pernah tergerus masa, meskipun berita atau kejadiannya sudah berlangsung lama, namun tetap enak dibaca,” sambung pria yang akrab disapa Pepen itu.
Seusai melaksanakan pelatihan, rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju objek wisata yang ada di Sumatera Barat.
Misalnya, Pantai Caroline Bungus, dan obyek wisata air terjun Harau, yang terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Rasa letih dan lelah saat pelatihan pun terbalaskan, dengan adanya suguhan panorama laut dan pasir putih Pantai Caroline yang memikat kalbu. Ditambah lagi dengan fasilitas permainan Banana Boat yang memanjakan para rombongan.
“Yuk foto..foto, panoramanya sangat indah,” kata Maruba, sembari berfoto.** (Paber).




