Empat Tokoh Terima Gelar Adat Luhak Kepenuhan

Mengabarkan.com — Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Luhak Kepenuhan kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Melayu melalui prosesi Penobatan Gelar Kurnio Adat yang digelar di Balai Adat LKA Luhak Kepenuhan, Sabtu (3/10/2026).

Dalam prosesi tersebut, empat tokoh dianugerahi gelar adat sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengukuhan hubungan kekerabatan dan peran mereka dalam lingkungan adat Luhak Kepenuhan.

Keempat tokoh yang menerima Kurnio Adat tersebut yakni Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., dengan gelar Datuk Bijaksano Tuah Nogoi.

Selanjutnya, Kompol Khoirunnas, S.I.K., M.H., dianugerahi gelar Datuk Sutan Mudo Pekaso; AKP M. Khomaini, S.I.K., M.H., menerima gelar Datuk Sutan Setio Amanah; serta AKP M. Rezky, S.Tr.K., S.I.K., menerima gelar Datuk Sutan Payong Nogoi.

Ketua LKA Luhak Kepenuhan, Datuk Bonao Sakti Drs. H. Efendi R., mengatakan, penobatan gelar adat tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan tradisi dan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, pemberian gelar bukan semata-mata bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi simbol pengukuhan hubungan kekerabatan serta peran seseorang di tengah masyarakat adat.

“Gelar yang diberikan juga menjadi bagian dari khazanah adat yang diwariskan dan dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat Luhak Kepenuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas amanah gelar adat yang diberikan kepadanya.

Menurutnya, gelar Datuk Bijaksano Tuah Nogoi bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijaga melalui sikap, keteladanan dan tanggung jawab.

“Menjaga adat dan marwah gelar tersebut merupakan tugas yang berat karena menuntut keteladanan, kebijaksanaan, serta kesetiaan dalam menjalankan nilai-nilai adat di tengah perubahan zaman,” ujar Syafaruddin Poti yang kini menyandang gelar Datuk Bijaksano Tuah Nogoi.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus menghormati, memelihara dan memperkuat nilai-nilai adat sebagai salah satu pedoman kehidupan masyarakat.

Syafaruddin juga menyatakan akan terus mendorong terjalinnya hubungan yang harmonis antara pemangku adat, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga identitas serta budaya Melayu di Kabupaten Rokan Hulu.

Prosesi penobatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Rokan Hulu sekaligus Ketua Umum MKA LAMR Rohul Datuk Seri Drs. H. Yusmar, M.Si., gelar Sutan Sulembang Rokan; Ketua GOW Hj. Masni Taher; Ketua DWP Rokan Hulu Yurniziarti Yusmar, S.E.; Kepala Disparbud Rokan Hulu H. Helfiskar, S.H., M.H., gelar Datuk Paduko Lelo Tuah Alam; Kepala Diskominfo Rokan Hulu Suharman, S.Pi., M.M., gelar Jasabung Barani; serta sejumlah camat.

Di antaranya Camat Kepenuhan Hulu Juneidy, S.IP., M.Si.; Camat Kepenuhan Gustia; Camat Rambah Hilir Mahadi, S.E., M.M.; Camat Ujung Batu Sigit Pranjoro, S.STP.; dan Camat Kunto Darussalam Dedy Saputra, S.E., M.M. Turut hadir Forkopimcam Kepenuhan dan para kepala desa.

Dari kalangan pemangku adat, hadir Raja Luhak Kepenuhan Haji Tengku Indra Jaya; Raja Luhak Rokan XII Yang diPertuan Sakti Haji Tengku Endrizal, S.E.; serta Raja Luhak Rambah XI dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M., gelar Yang diPertuan Besar.

Kehadiran para bangsawan, pucuk suku, datuk adat dan ninik mamak se-Kabupaten Rokan Hulu, serta masyarakat turut melengkapi prosesi yang berlangsung dalam suasana khidmat, penuh kebersamaan dan nuansa adat.

Prosesi Penobatan Gelar Kurnio Adat tersebut sekaligus menjadi gambaran pentingnya keberadaan lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai luhur, budaya dan identitas masyarakat Rokan Hulu di tengah perkembangan zaman.

Pelestarian adat dan budaya diharapkan tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi terus hidup dalam kehidupan masyarakat serta menjadi bagian dari upaya memperkuat jati diri Melayu di Kabupaten Rokan Hulu. Rido/Adv Husus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *