Miris, Pasutri di Rokan Hulu Riau Tinggal di Rumah Tak Layak Huni hingga Menderita Diabetes

Waris (53) bersama istri keduanya Asmidar, tinggal di sebuah rumah yang kondisinya tidak layak untuk ditempati. Ironisnya, kedua pasangan ini pun sama sekali tidak lagi bisa bekerja seperti biasanya. Foto/Mengabarkan.com

Rokan Hulu, Mengabarkan.com – Kondisi kehidupan pasangan sumai istri (Pasutri) yang tinggal di RT 001, RW 004, Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu, Rokan Hulu, Riau sangat memprihatinkan.

Waris (53) bersama istri keduanya Asmidar, tinggal di sebuah rumah yang kondisinya tidak layak untuk ditempati. Ironisnya, kedua pasangan ini pun sama sekali tidak lagi bisa bekerja seperti biasanya, karena faktor usia dan penyakit yang diderita oleh suami terncintanya.

Engga bisa lagi kami kerja. Saya udah sakit-sakitan. Kena gula basah (diabetes red), selama 2 tahun ini,” cerita Waris kepada reporter Mengabarkan.com saat berkunjung ke rumahnya, pada Sabtu (18/3/2023).

Babinsa dari Danramil 08 Tandun/Kodim 0313 KPR, Kopda Muliyono Sabdo saat mengunjungi rumah Waris dan Asmidar. Foto/Mengabarkan.com

Dengan terbata-bata, Waris pun menceritakan kisah hidupnya selama tinggal di rumah yang hanya diterangi dua lampu tersebut.

“Ini istri kedua saya. Istri pertama sudah meninggal sekitar 10 tahun lalu. Kami di rumah ini sudah tinggal selama 7 tahun lamanya. Dan yang membangun rumah ini dulunya adik saya. Dia sudah meninggal,” cerita ayah dua anak ini dengan nada terputus-putus.

Waris, yang kondisi sebagian jari tangan dan kakiknya sudah diamputasi itu, menceritakan, bahwa dirinya memilik dua anak dari istri pertamanya. Satu laki-laki dan perempuan.

“Dari istri pertama ada dua anak. Kalau dari istri yang sekarang tidak ada,” jelasnya, dengan tatapan kosong.

Ia menceritakan, demi menghidupi kebutuhan mereka selama ini berasal dari bantuan warga sekitar, serta pihak-pihak lain yang peduli terhadap kehidupanya.

“Ya kami masak aja apa yang ada. Mau gimana lagi,” beber Waris yang mengaku kelahiran Kabupaten Kampar, Riau itu.

Tinggal di depan kuburan

Personel TNI bersama warga saat memberikan bantuan sembako kepada pasutri di Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu, Rohul, Riau. Foto/mengabarkan.com

Selain kebutuhan sehari-hari yang dipikirkan oleh Waris dan Asmidar, ternyata rumah pasangan sumai istri ini juga berada di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Bahkan, rumah yang mereka bangun itu masih di atas tanah milik orang lain.

“Kalau rumah ini milik kami, tapi tanahnya bukan punya kita,” jelasnya.

Ia juga mengakui, untuk penerangan listrik di rumah tersebut, berasal dari masjid yang tak jauh dari rumahnya. “Dari masjid itu listriknya,” ujarnya.

Dinding rumah dilapisi seng bekas

Rasa pilu yang dirasakan Waris dan Asmidar itu, kian lengkap terlihat. Pasalnya, dinding rumah yang berukuran 4×4 meter tersebut, sudah banyak yang lapuk dan berlubang. Bahkan, sebagian dinding rumah dilapasi dengan seng bekas.

Mirisnya, pintu depan pun tak lagi bisa berfungsi karena sudah rusak. ”Engga bisa lagi masuk dari pintu depan. Dari pintu belakang saja ya,”katanya.

Kepedulian Warga dan Babinsa

Babinsa Kopda Muliyono Sabdo saat memberikan bantuan. Foto/Mengabarkan.com

Ternyata, dengan kondisi yang memprihatinkan yang dirasakan oleh Waris dan Asmidar tersebut, membuat teregerak hati warga sekitar dan Babinsa dari Koramil 08 Tandun/Kodim 0313 KPR.

Babinsa Kopda Muliyono Sabdo, menyampaikan, atas adanya infromasi dari warga terkait kondisi kehidupan yang dirasakan pasutri tersebut, membuat hatinya teregrak untuk mengecek langsung ke lokasi.

“Iya Bang, saya dapat informasi dari warga juga. Katanya, ada warga di Desa Suka Damai yang kondisinya sangat memprihatinkan. Ternyata benar informasi itu,” jelas Muliyono, kepada reporter Mengabarkan.com.

Sebelum mengecek informasi itu, lanjutnya, pihaknya sudah membawa berupa bantuan sembako, yaitu  beras dan  mie instan untuk meringankan beban ekonomi yang dirasakan oleh Waris dan istrinya.

Sementara, di tempat yang sama, warga sekitar, Fajriah Susanti (27), juga membenarkan kalau kondisi kedua pasutri itu sangat memprihatinkan. Bahkan, pihaknya mengakui, kalau selama ini ia sering datang ke rumah Waris dan Asmidar untuk mebantu meringankan beban mereka.

“Saya sering juga ke sini Bang, sekalian bawa bantuan untuk meringakan beban mereka. Kasihan kita lihatnya. Mereka tinggal di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan,”katanya.

Ia menilai, dengan kondisi rumah yang ukuran 4×4 itu, sangatlah tidak layak bagi kedunya .

“Sebenarnya ini tak layak. Mereka hanya tidur di lantai beralaskan tikar. Bahkan ruang memasak pun sama dengan ruang tamu. Yang jelas, pasti pengap lah,” cerita Fajriah, kepada reporter Mengabarkan.com. *** (Paber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *