
Rokan Hulu – Seorang warga di Kabupaten Rokan Hulu Riau, Kalidangan Siagian (37), diduga tewas tertembak oleh senapan angin miliknya di salah satu kebun sawit milik warga yang berada di Dusun Tanjung Betung, Desa Serombou Indah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu.
“Korban diduga meninggal dunia disebabkan karena organ vital bagian mata sebelah kiri tertembak senapan angin sendiri,” ungkap Kopda Dariono Babinsa Koramil 02 Rambah Kodim 0313/KPR, pada Senin (23/1/2023) malam.
Kopda Dariono menjelaskan, pada Minggu (22/1/2023), sekira Pukul 15.30 WIB, Kalidangan Siagian berangkat ke ladang dengan menggunakan sepeda motor dengan membawa senapan angin untuk menjaga tanaman padi darat yang sudah mulai berisi karena sering di makan hewan, kegiatan tersebut merupakan rutinitas.
“Sekitar pukul 00.30 WIB, malam, Korban di temukan warga dengan kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi tergeletak di tanah dan senapan angin berada di atas tubuhnya. Sedangkan jarak korban dari ladang padi tersebut sekitar 300 meter,” jelas Kopda Dariono.
Sementara, menyikapi kejadian itu, Kapolres Rohul AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH, melalui Kapolsek Rambah Hilir, Ipda Debi Azhar SH MH, tak membantah adanya peristiwa tersebut.
“Benar bang, tadi malam saya bersama personel sudah ke lokasi kejadian. Tetapi sampai saat ini, kita belum bisa menyiumpulkan apa penyebab korban meninggal dunia. Tetapi dugaan sementara, korban meninggal akibat terkena senapan angin miliknya,” jelas Ipda Debi, pada Senin (23/1/2023) malam, via Ponselnya.
Kapolsek menjelaskan, setelah korban ditemukan di lokasi kejadian, pihaknya bersama keluarga langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk dilakukan visum.
“Jadi kita sudah lakukan visum yang disaksikan oleh pihak keluarga korban. Tetapi mengenai hasil visumnya belum bisa kita sampaikan kepada keluarga, karena saat ini pihak keluarga masih berduka. Mungkin besok (Selasa red) saya akan ke rumah duka, karena kabarnya korban akan dikebumikan besok,” ujar Kapolsek.
Di tempat terpisah, keluarga korban, Siagian yang dihubungi Wartawan Mengabarkan.com, membenarkan kejadian yang menimpa keluarganya.
“Kami dari pihak keluarga untuk sementara sudah menerima kejadian ini. Karena tanda-tanda luka kekerasan di tubuh korban tidak ada kami temukan. Karena saya juga waktu itu berada di lokasi kejadian,” ujar Siagian yang mengaku adik korban. (Paber).






