Mengabarkan.com – Turnamen Minisoccer Kajari Cup 2026 segera bergulir. Sebanyak 24 tim dari berbagai instansi di Kabupaten Rokan Hulu akan ambil bagian dalam ajang olahraga yang digelar dalam rangka mempererat silaturahmi antara Kejaksaan Negeri Rokan Hulu dengan berbagai elemen masyarakat.
Sebelum pertandingan dimulai, panitia pelaksana menggelar technical meeting pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri panitia pelaksana, di antaranya Stefano Alexander Aron Marbun, S.H., M.H., dari Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, serta perwakilan 24 tim peserta, termasuk tim Jurnalis Rokan Hulu.
Technical meeting digelar untuk menyampaikan sekaligus menyamakan pemahaman seluruh peserta mengenai teknis serta peraturan pertandingan yang akan diterapkan selama turnamen berlangsung.
Turnamen Kajari Cup 2026 dijadwalkan mulai digelar pada Senin, 31 Agustus 2026. Ajang tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Lahir Kejaksaan ke-81, yang diperingati setiap 2 September.
Dalam technical meeting, panitia menyampaikan berbagai ketentuan pertandingan, mulai dari komposisi pemain, waktu pertandingan, pergantian pemain, penggunaan kostum, ketentuan penjaga gawang, hingga mekanisme adu penalti apabila pertandingan berakhir tanpa pemenang.
Panitia juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas, fair play, keamanan dan ketertiban selama pertandingan. Seluruh tim peserta diwajibkan mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta menghormati keputusan wasit di lapangan.
“Mari kita jaga sportivitas, karena kompetisi ini bertujuan menjalin silaturahmi antara kejaksaan dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya dalam menyambut Hari Lahir Kejaksaan yang jatuh pada 2 September mendatang,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Fredy F. Simanjuntak, melalui panitia pelaksana, Aron.
Berdasarkan ketentuan yang disampaikan panitia, pertandingan mengacu pada peraturan PSSI dengan sejumlah penyesuaian yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta ditetapkan oleh Ketua Pelaksana.
Turnamen hanya diikuti oleh instansi regional Rokan Hulu. Peserta juga tidak diperkenankan membawa pemain atau pegawai dari luar daerah maupun yang bukan berasal dari regional setempat.
Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan 12 pemain, terdiri dari delapan pemain dan empat pemain cadangan. Sistem pergantian pemain diperbolehkan seperti halnya dalam permainan futsal, sehingga pemain yang telah ditarik keluar dapat kembali bermain.
Pertandingan berlangsung selama 2 x 15 menit. Apabila tidak terdapat pemenang hingga waktu normal berakhir, pertandingan akan dilanjutkan melalui adu penalti.
Adu penalti diawali dengan lima pemain inti yang berada di dalam lapangan. Apabila masih belum diperoleh pemenang, penentuan selanjutnya mengikuti keputusan wasit sesuai ketentuan pertandingan.
Untuk perlengkapan, seluruh pemain diwajibkan mengenakan kostum dan kaos kaki yang sama. Apabila kedua tim menggunakan warna kostum yang sama, akan dilakukan lempar koin untuk menentukan tim yang menggunakan rompi.
Penjaga gawang juga diwajibkan menggunakan sarung tangan kiper serta perlengkapan yang berbeda dari pemain lainnya. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi kartu kuning.
Panitia turut menetapkan ketentuan mengenai jaminan kartu. Setiap tim diwajibkan membayar jaminan kartu sebesar Rp150.000, sedangkan kartu kuning dikenakan Rp40.000 dan kartu merah Rp60.000. Selain itu, terdapat ketentuan perjanjian bermeterai Rp30.000.
Untuk menjaga pertandingan tetap kondusif, tim yang memicu atau melakukan kerusuhan diwajibkan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan sesuai ketentuan yang telah disepakati. Sementara tim yang melakukan aksi mogok akibat tidak menerima keputusan wasit akan dianggap mengundurkan diri dari turnamen.
Panitia juga menegaskan bahwa keputusan wasit selama pertandingan bersifat mutlak sesuai peraturan yang telah ditetapkan. Seluruh peserta diharapkan dapat menerima setiap keputusan dengan menjunjung tinggi semangat sportivitas.
Terkait cedera pemain, panitia hanya menyediakan fasilitas Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Untuk penanganan medis lebih lanjut menjadi tanggung jawab masing-masing tim.
Dengan diikuti 24 tim, Kajari Cup 2026 diharapkan berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung nilai-nilai sportivitas. Selain menjadi ajang olahraga, turnamen ini diharapkan menjadi wadah mempererat komunikasi, kebersamaan dan silaturahmi antara Kejaksaan Negeri Rokan Hulu dengan berbagai instansi serta elemen masyarakat.
Seluruh tim peserta telah menyetujui dan diwajibkan mengikuti aturan pertandingan yang ditetapkan panitia serta keputusan wasit. Sementara hal-hal yang belum diatur dalam peraturan akan ditentukan kemudian sesuai kebutuhan dan kondisi pertandingan.
Penulis: Paber
Editor: Rido






