Mengabarkan.com — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menampilkan kekayaan budaya Lima Luhak dalam puncak peringatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 yang digelar di halaman Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Pekanbaru, Minggu (18/10/2026).
Mengusung tema “Arak-arakan Keberagaman”, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan warisan budaya, adat istiadat, serta identitas masyarakat Rokan Hulu kepada masyarakat luas.
Puncak peringatan HKN 2026 ini dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., serta Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Kepala Disparbud Rohul, H. Helfiskar, S.H., M.H., bersama Kepala Bidang Kebudayaan, Zulfikal Padri, S.ST., M.Si., turut hadir mendampingi kontingen Kabupaten Rokan Hulu dalam kegiatan tersebut.
Kontingen Rohul Hadirkan Ragam Tradisi dan Warisan Sejarah
Kontingen Kabupaten Rokan Hulu yang melibatkan 100 peserta tampil membawa beragam kekayaan budaya daerah. Penampilan tersebut mencerminkan keberagaman tradisi, kekuatan adat, serta nilai-nilai sejarah yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Lima Luhak.
Berbagai unsur budaya ditampilkan dalam arak-arakan, mulai dari barisan raja-raja Lima Luhak dan pemangku adat, silek tiga bulan, gondang barogong, Barisan Tuanku Tambusai, zikir ratik togak, hingga cegak dari Suku Bonai.
Selain menampilkan kesenian tradisional, kontingen Rohul juga membawa manuskrip dan maket istana sebagai representasi warisan sejarah dan peradaban daerah.
Kehadiran unsur-unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Rokan Hulu sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan warisan leluhur.
Sejumlah raja dan pemangku adat turut mengikuti arak-arakan, yakni Tengku Afrizal Dachlan, M.M., bergelar Yang Dipertuan Besar; Tengku Darmizal, bergelar Sultan Ahmad; H. Tengku Endrizal, S.E., bergelar Sultan Mahkota Alam; H. Tengku Indra Jaya, bergelar Yang Dipertuan Besar; serta Tengku Mohammad Roem, bergelar Yang Dipertuan Muda.
Keterlibatan para pemangku adat tersebut mempertegas bahwa pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan pertunjukan kesenian, tetapi juga menyangkut keberlanjutan nilai adat, sejarah, dan identitas masyarakat.
Disparbud Rohul Dorong Budaya sebagai Kekuatan Pariwisata
Kepala Disparbud Rohul, H. Helfiskar, menyampaikan bahwa partisipasi Kabupaten Rokan Hulu dalam peringatan HKN 2026 merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pelestarian kebudayaan sebagai salah satu unsur penting pembangunan daerah.
Menurutnya, kekayaan budaya Lima Luhak memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya sebagai identitas daerah, tetapi juga sebagai daya tarik pariwisata dan penggerak ekonomi kreatif.
“Keikutsertaan Rohul dalam HKN 2026 menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya Lima Luhak sekaligus menjaga kelestarian adat dan tradisi daerah. Kami ingin potensi budaya ini terus dikembangkan agar dapat mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Rokan Hulu,” ujarnya.
Ia berharap, keterlibatan masyarakat adat, pelaku seni, serta pemerintah daerah dapat memperkuat upaya pelestarian budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Dengan demikian, warisan budaya yang dimiliki Rokan Hulu dapat terus diwariskan sekaligus dikembangkan menjadi potensi unggulan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Arak-arakan Keberagaman Simbol Persatuan Masyarakat Riau
Ketua DPH LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menjelaskan bahwa arak-arakan dalam peringatan HKN 2026 melambangkan persatuan di tengah keberagaman budaya masyarakat.
Ia menyebutkan, empat jalur dalam arak-arakan tersebut dikaitkan dengan empat sungai besar di Provinsi Riau, yakni Sungai Rokan, Sungai Siak, Sungai Kampar, dan Sungai Indragiri.
Keempat sungai tersebut memiliki nilai historis dalam perjalanan kehidupan masyarakat Riau, termasuk dalam perkembangan permukiman, hubungan antardaerah, serta pertumbuhan kebudayaan Melayu.
Konsep arak-arakan itu menjadi simbol bahwa keberagaman tradisi dan identitas budaya merupakan kekuatan yang dapat menyatukan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya, tradisi, dan adat Melayu.
Kegiatan tersebut juga dinilai menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan penghargaan terhadap keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Perkuat Identitas Daerah dan Ekonomi Kreatif
Melalui partisipasi dalam puncak HKN 2026, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu berharap kekayaan budaya Lima Luhak semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.
Upaya pelestarian tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui pengembangan seni tradisional, perlindungan warisan sejarah, pelibatan generasi muda, serta promosi destinasi wisata berbasis budaya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga adat, pelaku seni, dan masyarakat, kebudayaan diharapkan dapat menjadi modal penting dalam memperkuat identitas Kabupaten Rokan Hulu.
Selain menjaga keberlanjutan adat dan tradisi, pengembangan budaya juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi kreatif, meningkatkan daya tarik wisata, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Rido/Adv Khusus






