
Mengabarkan.com – Belasan warga Desa Payung Sekaki, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu Riau, cekcok dengan pemilik kuari, pada Jumat (21/7/2023).
Peristiwa itu dipicu atas penolakan warga karena adanya aktivitas pengerukan pasir sungai yang mengancam runtuhnya jembatan penghubung Desa Payung Sekaki dan Bangun Jaya.
Sutardji, warga desa Payung Sekaki, menyampaikan, bahwa pihaknya bersamaa warga lainnya berinisitif mendatangi pemilik kuari agar menghentikan aktivitas pengerukan pasir.
“Kami khawatir jika pengerukan terus dilakukan maka tebing sungai akan mengalami abrasi apalagi di lokasi itu ada jembatan yang dilalui warga,” beber Sutardji, kepada sejumlah wartawan.
Ia juga menyampaikan, kedatangan mereka ke lokasi sempat mendapat perlawanan dari pemilik kuari, hingga terjadi cekcok.
“Beruntung tidak sampai terjadi baku hantam karena mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan personil Polsek Tambusai Utara di lokasi kejadian,” jelasnya.
Setelah beradu argumen, kedua belah pihak dibubarkan oleh pihak keamanan dengan kondusif dan kembali ke rumah masing-masing.
Menyikapi peritiwa itu, pemilik kuari CV Karya Abadi Bosamo, Suparno saat dihubungi melalui sambungan selulernya membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengaku didatangi belasan warga desa Payung Sekaki dan menyangkal melakukan pengerukan sungai.
“Saya bekerja di lokasi milik pribadi, justru mengalihkan aliran sungai menghindari agar tidak terjadi longsor,” jelas Suparno.
Ia mengatakan, pengerukan pasir dilakukan untuk mengalihkan aliran sungai agar tidak mengalami longsor pada saat debit air naik ketika hujan deras.
Sementara itu, Kapolsek Tambusai Utara, AKP Pardomuan Simatupang saat dimintai tanggapannya atas peristiwa protes warga terkait penolakan operasional kuari di wilayahnya, ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan Camat untuk memediasi kedua belah pihak.
” Iya, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk mencari solusi kedua belah pihak,” ujarnya. (Paber)






