Mengabarkan.com – Pemdes Simpang Harapan bersama BUMDes Harapan Jaya Lestari menggelar Panen Raya Jagung periode II tahun 2026 sekaligus Musyawarah Pertanggungjawaban BUMDes (MPTB) Tahun Buku 2025.
Kegiatan berlangsung di Kebun Desa Ampang-Ampang, Dusun III, Desa Simpang Harapan, Kecamatan Tambusai Utara, Rabu (15/4/2026) pukul 09.00 WIB.
Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, SH, MM hadir langsung bersama Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Fisman Hendri, S.Hut, Kadis DPMPD, Kadis Diskominfo Suharman Nasution, Camat Tambusai Utara Heri Sunarji, S.Pd, Kapolsek Tambusai Utara AKP Heri Yuliardi, SH, MH, Kades Simpang Harapan Sungkono, S.Pt, Direktur BUMDes Harapan Jaya Lestari Muljiono, Babinsa, tokoh masyarakat, serta warga.
Panen raya jagung pipil ini dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada nasabah terbaik BUMDes Harapan Jaya Lestari dan penyerahan PADes Desa Simpang Harapan.
Kades Simpang Harapan, Sungkono, S.Pt, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wabup dan rombongan. Ia menyebut panen raya ini jadi bukti nyata kesiapan desa mendukung ketahanan pangan nasional. “Kita berharap tanaman jagung terus berkembang menjadi sektor unggulan yang menopang ekonomi daerah,” tegasnya.
Lahan program ketahanan pangan ini yakni seluas 2 hektar. Selain jagung pipil, anggaran juga dialokasikan untuk ternak sapi bali jantan guna memenuhi kebutuhan hewan kurban.
Ditambahkan nya, tujuan dan manfaat nya adalah memperkuat ketahanan pangan daerah. Sebab jagung merupakan salah satu komoditas pangan utama selain padi.
“Dengan meningkatkan produksi jagung lokal, daerah tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar sehingga lebih tahan terhadap krisis pangan,”ucapannya dengan singkat.
Wabup Rohul H. Syafaruddin Poti, SH MM menegaskan Pemkab Rohul sangat mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan. “Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi petani melalui perluasan lahan tanam, peningkatan produktivitas, serta akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Wabup juga meminta Dinas Pertanian mengusulkan bantuan alsintan ke Kementan dan menginstruksikan Dinas PUPR mempercepat infrastruktur pendukung.
“Panen raya ini bukan sekadar panen, tetapi simbol kebangkitan desa menuju kemandirian, produktivitas, dan daya saing,” tutupnya. (adv/ber).






