Mengabarkan.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menggelar tracing Tuberkulosis (TBC) sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap penyakit TBC sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi P. Purba, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, dr. Bambang Triono, hadir langsung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Turut hadir Kepala Seksi Binadik dan Giatja Andi Rahman serta Kepala Subseksi Perawatan Jaya Harsa.
Tracing TBC dan pemeriksaan kesehatan dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 23 hingga 29 September 2026. Pemeriksaan menyasar seluruh pegawai Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian serta sebanyak 250 WBP setiap harinya.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas Dinkes Rohul juga memberikan edukasi mengenai TBC kepada petugas dan WBP. Edukasi tersebut mencakup pemahaman mengenai penyakit TBC, pentingnya mengenali kondisi kesehatan, serta perlunya melakukan pemeriksaan apabila terdapat gejala yang membutuhkan tindak lanjut.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi P. Purba, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Lapas terhadap kesehatan petugas maupun WBP.
“Kami berharap melalui kegiatan tracing dan pemeriksaan kesehatan ini, apabila terdapat Warga Binaan yang terindikasi atau terdampak TBC dapat diketahui lebih awal sehingga bisa segera dilakukan penanganan sesuai dengan prosedur kesehatan. Upaya ini juga diharapkan dapat membantu mencegah dan memutus mata rantai penyebaran TBC di lingkungan Lapas,” ujar Efendi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, dr. Bambang Triono, menilai edukasi dan pemeriksaan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran terhadap penyakit TBC.
“Melalui kegiatan ini, kami memberikan edukasi kepada petugas dan Warga Binaan mengenai TBC serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, diharapkan langkah penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan penyebaran penyakit dapat dicegah,” ungkap dr. Bambang.
Pelaksanaan tracing dan pemeriksaan kesehatan yang berlangsung hingga 29 September tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini TBC sekaligus meningkatkan kesadaran petugas dan WBP terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian dan Dinkes Rohul ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat melalui pemeriksaan, edukasi, serta penanganan kesehatan secara dini dan terarah.
Penulis: Rido Siboro

