Mendadak Dipanggil Kapolres

Foto: Ilustarasi/Net

Hari itu jarum jam menunjukkan pukul 10 pagi. Cuaca sedikit agak mendung. Tiba-tiba berdering suara dari ponselku.

Akupun bergegas mengambilnya dari atas mejaku. Aku melihat Sang Kapolres meneleponku.

“Pagi Paber, apa kabar”? Tanya Kapolres saat itu. “Siap Pak!..Kabar baik Pak,” jawabku dengan penuh semangat.

“Bisa ke kantor sekarang”? Pinta Kapolres.
“Siap Pak, akan saya usahakan Pak,” jawabku sembari mengakhiri pembicaraan kami.

Tak berpikir panjang, saya langsung bersiap-siap menuju ke kantor sang Kapolres dengan membawa berupa peralatan yang biasanya dipakai oleh wartawan saat meliput.

Meski sidikit khawatir, saya tetap yakin bahwa kapolres mungkin menginginkan sebuah berita untuk dimuat di mediaku.

Di perjalanan aku tetap bertanya di dalam hati..”Kok Kapolres tiba-tiba menyuruh aku ke kantornya”? Gumamku.

Tak begitu lama, tepat jam 12 siang, kebetulan terlihat ada jam dinding terpampang di ruang tunggu sang ajudan.

“Silahkan masuk Pak,” kata ajudan kepadaku. “Siap, terima kasih banyak Pak,” jawabku.

Meski denyut jantung agak kencang, saya memberanikan diri untuk menemui Kapolres.

“Silahkan duduk,” katanya, sembari mememasan kopi kepada sang ajudan.

“Ber, begitu dia memamanggilku. “Surat mutasiku sudah keluar, mungkin dalam waktu dekat aku akan pindah ke Kabupaten lain. Tapi yang pasti masih di Provinsi Riau,” katanya dengan sedikit tersenyum.

Mendengar itu, saya terdiam. Maklum, hubungan kami selama ini cukup dekat, sehingga saya merasa kehilangan dengan sosok kepemimpinannya yang begitu ramah selama ini.

Saat dia ingin melanjutkan pembicaraan, tiba-tiba dua gelas kopi yang dipesan Kapolres pun datang.

“Izin Pak, ini kopinya,” kata seorang perempuan sembari menghidangkan kopi untuk kami.

Sembari menyeruput kopi, Ia pun kembali melanjutkan pembicaraan. ”Ingat Ber, profesimu kan wartawan, jadilah wartawan yang profesional. Dan satu hal lagi, jangan malas membaca,” pesannya padaku.

Mendengar itu, saya merenung sejenak. “Apa hubungan pindah dengan profesi wartawan ya? Tanyaku dalam hati.

“Yang jelas saya memanggil mu ke sini, karena saya selama ini dekat denganmu. Jadi tak salah sesama kawan memberi nasihat, iya kan? Cetus Kapolres.

“Oh..iya Pak, dan itu wajib Pak, namanya juga kawan,” jawabku.

Tak mau kalah dengan nasihat Kapolres, lantas saya pun menyampaikan beberapa hal. “Kalau seperti itu Pak, selamat bertugas di tempat yang baru. Dan jangan lupa dengan persahabatan kita ini. Yang terpenting Pak, jadilah polisi yang dicintai masyarakat,” ujarku sembari tersenyum!. ***(Cerpen Persahabatan/Paber).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *