Siswa Sempat Belajar di Kantin, BPBD Rokan Hulu Akhirnya Dirikan Tenda Pleton

BPBD Rohul mendirikan tenda pleton untuk tempat siswa belajar. Foto/Istimewa/Mengabarkan.com

Mengabarkan.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, mendirikan satu unit tenda pleton untuk digunakan saat proses belajar mengajar.

Tenda yang didirikan itu, tak jauh dari lokasi sekolah SMAN 2 Bonai Darussalam, Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul.

Kepala Pelaksana BPBD Rohul Julzandri Rosa, menyampaikan, bahwa pihaknya tengah mendirikan tenda pleton untuk digunakan guru dan siswa saat proses belajar.

“Sudah, tenda itu akan digunakan untuk belajar di lapangan,” ujar Julzandri Rosa, kepada Mengabarkan.com, pada Kamis (9/11/2023) malam.

Dia menambahkan, tenda yang telah didirikan itu akan berdiri sampai air di sekitar sekolah surut.

“Iya, sampai air-nya surut,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika banjirnya lama, pihaknya akan berkoordinasi dengan stekholder terkait.

Sementara, di tempat yang sama, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 10 Kunto Darussalam Kodim 0313/KPR Peltu M. Sitepu mengucapkan terima kasih kepada pihak BPBD Rohul yang sudah mendirikan tenda bagi siswa.

“Saya sebagai Babinsa, mengucapkan terima kasih kepada pihak BPBD yang telah membantu pihak sekolah mendirikan tenda,” kata M. Sitepu.

“Besok pagi para belajar sudah dapat belajar di tenda yang telah disiapkan sembari menunggu air surut,” ujarnya.

Puluhan Siswa Belajar di Kantin

Untuk diketahui, sebelumnya sebanyak 35 siswa di Sekolah SMAN 2 Bonai Darussalam, Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu, terpaksa belajar di kantin milik warga akibat sekolah tersebut direndam banjir.

“Kondisi ruang kelas telah di genangi banjir sejak Selasa (31/10/2023),” jelas Bintara Pembina Desa (Babinsa Koramil 10 Kunto Darussalam Kodim 0313/KPR, Kamis (9/11/2023).

Dia menjelaskan, ketinggian air di lokasi sekolah bervariasi, yakni 10 hinga 30 sentimeter.

Ia juga menyampaikan, banjir yang terjadi diduga imbas dari hujan deras hingga luapan air dari saluran sungai Rokan.

“Di permukiman warga sebagian sudah surut, hanya sekolah ini yang masih digenangi air,” bebernya. (Dedy/Ber).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *