Rokan Hulu, Mengabarkan.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Riua adalah salah satu tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Lembaga yang berdiri di Kabupaten yang dijuluki “Negeri Seribu Suluk” itu, dipimpin oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB, Bahtiar Sitepu SH. MH. Bahkan, saat ini jumlah penguhuni di Lapas tersebut mencapai 790 orang warga binaan. Artinya, sudah mencapai 400 persen.
Dengan banyaknya warga binaan tersebut menjadikan Kalapas lebih peka dalam meberikan pemahaman terhadap warga binaan maupun kepada bawahanya sendiri.
Berikut petikan wawancara khusus dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Kelas IIB Pasir Pengaraian, Bahtiar Sitepu, SH. MH, pada Selasa (19/7/2022) di ruang kerjanya.
Linparnews.Com : Selamat siang Pak Kalapas, apa kabar?
Bahtiar : Siang, kabar baik.
Linparnews. Com : Pak, Sebelum bertugas di Lapas Pasir Pengaraian, dulu bertugas di mana ya ?
Bahtiar : Sebelum ke Pasir Pengaraian, saya dulu bertugas di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, Sumut. Sampai saat ini, saya sudah 7 bulan bertugas di Rohul ini.
Linparnews. Com : Oh iya pak, selama tujuh bulan bertugas di Pasir Pengaraian, tentunya bapak sudah memahami karakteritas masyarakat Rohul ya?
Bahtiar : Saya rasa karakteritas masyarakat di Rohul ini sangat bagus. Karena di sini masyarakatnya kan heterogen, artinya kultur daerah ini tidak jauh beda seperti di tempat saya bertugas waktu di Sibuhuan. Bahkan, sampai saat ini, masyarakat Rohul masih menerima saya di sini. Baik dari pihak Kepolsian, Kejaksaan, TNI, maupun dari Pemerintah Daerah
Linparnews. Com : Nah, selain memahami karakteritas masyarakat, kalau boleh tahu, strategi apa yang bapak lakukan untuk menciptkan Lapas ini ke arah yang lebih baik.
Bahtiar : Sebenarnya, berbagai strategi sudah kita lakukan untuk membenahi kekerungan yang ada di Lapas ini. Termasuk membina karakter para Pegawai Lapas, maupun karakter para warga binaan itu sendiri. Nah, yang jelas kita selalu mengedepankan kegiatan yang bernuansa keagamaan, sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Linparnews.Com : Pak, bagaimana kalau ada pegawai kita yang yang ‘nakal’ ?
Bahtiar :Oh iya, kita tetap tindak tegas. Tetapi, yang dilakukan terlebih dulu adalah pembinaan karekter. Jika strategi ini tidak ampuh, maka akan kita berikan sanksi tegas. Terbukti, selama saya bertugas di Pasir Pengaraian ini, sudah dua orang pegawai kita yang dikirim ke Kanwil untuk dibina, karena terindikasi masalah narkoba.
Linparnews.Com : Jadi, pihak kita tidak main-main dengan kasus Narkoba ini pak?
Bahtiar : Oh iya. Saya sudah tekankan kepada warga binaan maupun pegawai Lapas itu sendiri, agar tidak ‘bermain’ dengan Narkoba. Karena, kita berkomitmen untuk menjadikan Lapas Pasir Pengaraian ini Zero Narkoba (bebas narkoba red).
Linparnews .Com: Terakhir pak, selama bapak gencar melakukan pemeriksaan rutin, khusunya pengawasan peredaran narkoba itu, apakah pernah ada perlawanan dari warga binaan?
Bahtiar : Oh belum., selama ini masih baik-baik saja.
Linparnews.com : Makasih banyak pak Kalapas atas wawancaranya
Bahtiar : Sama- sama pak
(Penulis adalah Paber Siahaan, Wartawan Linparnews. com/Mengabarkan.com)





