
Mengabarkan.com – Peringatan Hari Guru Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 25 November, merupakan bentuk apresiasi para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Hari Guru menjadi momentum bagi setiap orang untuk bisa berkreasi serta menciptakan ide kreatif untuk merayakannya.
Ide Kreatif kali ini datang dari Polsek Tandun, Polres Rokan Hulu, Riau. Hari itu, seorang guru yang dikenal baik tiba-tiba ditangkap oleh personel Polsek Tandun atas kasus sabu.
Sontak seluruh guru dan siswa-siswi yang hadir di SMPN 1 Tandun itu panik dan ketakutan. Apalagi, penangkapan itu diumumkan melalui pengeras suara yang ada di lokasi acara.
Tak hanya guru dan siswa yang panik, Wakil Bupati (Wabup) Rokan Hulu Indra Gunawan pun ikut terkejut saat mendengar dan melihat oknum guru tersebut digiring polisi ke ruangan.
“Mohon maaf pada kesempatan ini, seorang bandar narkoba terbesar di tandun kami tangkap. Bapak ini sudah lama kami cari. Dan pada kesempatan ini lah kami tangkap,” ujar seorang personel melalui pengeras suara yang mebuat semua undangan keheranan.
Tak lama setelah guru tersebut digiring ke ruangan, tiba-tiba terdengar lagu “Selamat Ulang Tahun” yang dipopulerkan oleh Jamrud itu.
Usai menyanyikan lagu tersebut, seketika itu suasana peringatan Hari Guru pun berubah dengan penuh tawa dan senyuman dari seluruh para undangan.
Sementara itu, menyikapi prank yang dilakukan oleh Kapolsek Tadun tersebut, ternyata mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Rokan Hulu, Indra Gunawan.
“Prank-nya mantap, ada edukasinya. Apalagi saat ini narkoba sudah ada di mana-mana. Nah, dengan adanya prank tadi, semuanya dapat menjauhi narkoba,” kata Indra Gunawan, kepada reporter Mengabarkan.com, pada Senin (27/11/2023), via ponselnya.
Berikan Surprise di HGN dan PGRI
Sementara itu, menyikapi prank tersebut, Kapolsek Tandun Iptu Lof Lasri Nosa menyampaikan, kalau prank itu bertujuan untuk memeriahkan peringatan Hari Guru Nasional dan PGRI ke 78, tingkat Kabupaten Rokan Hulu yang dipusatkan di SMPN 1 Tandun.
“Prank yang kita buat agar memeriahkan acara dan sekaligus kita ingin memberikan surprise. Jadi, kita sengaja memilih guru yang dikenal baik di sekolah tersebut untuk ditangkap dengan dugaan ‘bandar sabu’,” ujarnya.
“Terkait tuduhan sabu, kita ingin seluruh lapisan masyarakat dapat menjauhi narkoba, karena narkoba bisa merusak generasi bangsa,” tegas Iptu Lof. (Paber).






