Lapas Pasir Pengaraian dan Dinkes Rohul Perkuat Tracing TBC, Ratusan Petugas dan WBP Diperiksa

Mengabarkan.com — Upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu bersama Puskesmas Rambah dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) melaksanakan tracing TBC terhadap petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian.

Kegiatan yang berlangsung pada 23–29 September 2026 tersebut merupakan langkah deteksi dini untuk mengetahui kemungkinan adanya kasus TBC sekaligus mencegah potensi penularan di lingkungan Lapas.

Kepala Dinkes Rohul, dr. Bambang Triono, M.M., mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Rambah dan RSUD.

“Dalam satu hari 300 orang, selama lima hari,” ujar dr. Bambang kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).

Tracing menyasar petugas maupun WBP. Melalui pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan dapat mendeteksi lebih awal apabila ditemukan indikasi TBC sehingga dapat segera dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut medis sesuai kebutuhan.

Selain tracing TBC, tim kesehatan juga memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada petugas dan WBP. Edukasi mengenai TBC turut diberikan untuk meningkatkan pemahaman terkait gejala, pencegahan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan sedini mungkin apabila mengalami keluhan yang mengarah pada penyakit tersebut.

Pelaksanaan kegiatan di lingkungan Lapas turut dipantau Kepala Seksi Binadik dan Giatja Andi Rahman serta Kepala Subseksi Perawatan Jaya Harsa.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi P. Purba, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menjaga kesehatan petugas dan WBP.

“Pencegahan dan deteksi dini sangat penting untuk menjaga kesehatan seluruh warga binaan maupun petugas. Karena itu, kami terus mendukung pelaksanaan pemeriksaan dan upaya kesehatan bersama dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Dinkes Rohul, Puskesmas Rambah dan RSUD diharapkan mampu mempercepat deteksi apabila ditemukan kasus TBC serta memastikan warga binaan maupun petugas yang membutuhkan penanganan dapat segera memperoleh tindak lanjut medis.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan mendukung pencegahan penularan penyakit, khususnya TBC.

Penulis: Rido Siboro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *