Makna di Balik Pujian Bupati Rohul ke AKBP Pangucap: Kapolres yang “Sumringah”

Bupati Rokan Hulu H Sukiman bersama Kapolres Rohul AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH di Mapolres Rohul saat acara Operasi Lilin pada Desember 2022 lalu. Foto: Mengabarkan.com

Rokan Hulu – Hari itu, Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Desa masa jabatan 2023-2029 di Convention Hall Islamic Center Pasir Pengaraian, pada Senin (13/2/2022).

Seusai melantik, H Sukiman langsung bergegas menuju podium untuk memberikan arahan kepada 58 kepala desa.

Sebelum memberi arahan, H Sukiman terlebih dahulu memperkenalkan satu per satu Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Rokan Hulu. Mulai dari Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan Negeri, Kalapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Dandim 0313/KPR, hingga Kapolres Rokan Hulu AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH.

“Ini Kapolres Rokan Hulu, namanya Pak Pangucap. Dia ini Kapolres yang mudah senyum.  Pokonya selalu senyum, kalu bahasa lainnya Sumringah,” Kata Sukiman di hadapan ratusan tamu undangan yang hadir saat prosesi pelantikan kepala desa.

“Tahu arti sumringah?. “Tanya Bupati lagi.

“Yang jelas, Bapak ini, Kapolres yang selalu tersenyum,” puji Sukiman.

Makana dari Senyuman

Di balik makna pujian H Sukiman tersebut, ternyata senyum memilik makna yang mendalam. Bahkan, senyum adalah sedekah yang paling mudah. Selain bernilai ibadah, senyum juga dapat memupuk hubungan baik antar sesama manusai.

Tak sedikit orang mengabaikan betapa pentingnya senyuman. Sekedar tersenyum, apalagi hal itu diberikan oleh seorang pimpinan kepada anak buahnya akan membuahkan rasa gembira, simpatik, dan bahkan juga semangat kerja.

Senyuman itu tidak mahal dan juga tidak sulit, namun demikian ternyata tidak semua pemimpin sanggup melakukannya.

Ada saja pemimpin ketika datang di kantor, bukannya tersenyum tetapi justru melakukan hal sebaliknya. Selain berwajah muram, dan cemberut, menganggapnya bahwa semua hal yang dilihat masih kurang.

Pemimpin itu beranggapan, tatkala menunjukkan wajah yang kurang simpatik itu menjadikan bawahnya takut, dan akhirnya mau bekerja lebih keras lagi.

Anggapan itu bisa jadi ada benarnya. Akan tetapi dengan suasana tegang dan perasaan takut justru akan mengakibatkan mereka stress. Para stafnya akan bekerja atas dasar rasa takut. Padahal siapapun yang sedang mengalami ketakutan tidak akan mampu mengekspresikan semua kemampuannya. Seseorang akan bisa bekerja maksimal manakala ada suasana bebas, rileks, dan menyenangkan.

Hal berbeda tatkala pimpinan datang di kantor dengan senyum, maka para anak buahnya juga akan menyambut dengan senyuman pula, sehingga pertemuan itu menjadi rileks, semua bergembira, dan akhirnya akan meningkatkan semangat kerja. Hubungan antara atasan dan bawahan akan terasa sejuk dan menggembirakan.

Tetapi sayangnya, ternyata tidak semua orang, termasuk para pemimpin, memiliki kemampuan ‘murah senyum’ kepada para anak buahnya. Mereka tidak tahu atau kurang menyadari makna senyuman bagi semua orang, termasuk mereka yang berada di kantornya. Dianggapnya, senyuman sebagai sesuatu yang sederhana atau sepele. Padahal manakala senyuman itu diberikan secara tepat akan menjadi kekuatan penggerak orang lain yang luar biasa besarnya.

Dengan senyuman pimpinan, maka orang-orang yang bekerja di tempat itu akan menjadi gembira, merasa dihormati, dihargai, dan seolah-olah diberi sesuatu yang tidak ternilai harganya.

Semoga dengan “senyuman” AKBP Pangucap ini, tentunya dapat mebawa perubahan bagi Rokan Hulu, khususnya di bidang penegakan hukum. Sehingga masyarakat benar-benar dilindungi, diayomi dan dilayani oleh institusi Polri itu sendiri. **(Paber).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *