Milad ke-218 Syekh Abdul Wahab Rokan, Pemkab Rohul Tegaskan Komitmen Rawat Wisata Religi Rantau Binuang Sakti

Mengabarkan.com — Puncak peringatan Milad ke-218 Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandiyah sekaligus penutupan suluk berlangsung khidmat di Madrasah Suluk Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan, Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan H. Helfiskar, S.H., M.M., Kepala Diskominfo Suharman, S.Pi., M.M., Kepala DPMPTSP H. Munandar, S.E., M.M., Kabag Kesra Saprizal AH, Camat Kepenuhan Gustia Hendri, S.Sos., M.Si., Camat Kepenuhan Hulu Juneidy, S.IP., M.Si., Camat Rambah Hilir Mahadi, S.E., M.M., serta Tokoh Masyarakat Kepenuhan H. Zulyadaini.

Turut hadir pimpinan Madrasah Suluk Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan, para murid, tokoh agama, keluarga dan keturunan Syekh Abdul Wahab Rokan, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rokan Hulu Syafaruddin Poti mengatakan, peringatan Milad Syekh Abdul Wahab Rokan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk mengenang, mempelajari sekaligus meneruskan nilai-nilai keagamaan dan keteladanan yang diwariskan ulama besar asal Rokan Hulu tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan suluk dan Milad memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Bagi jamaah, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran dan keteladanan Syekh Abdul Wahab Rokan.

Sementara bagi keluarga dan keturunan Syekh Abdul Wahab Rokan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga serta meneruskan warisan sejarah dan perjuangan ulama yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Islam dan Tarekat Naqsabandiyah.

“Ini bukan hanya tentang mengenang seorang ulama, tetapi bagaimana nilai-nilai perjuangan dan keteladanan beliau terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Syafaruddin Poti.

Pemkab Rohul Dorong Pelestarian Wisata Religi

Selain menjadi momentum penguatan syiar Islam, peringatan Milad ke-218 tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam upaya melestarikan sejarah, budaya, dan wisata religi di kawasan Rantau Binuang Sakti.

Syafaruddin menyebut, kawasan Rantau Binuang Sakti memiliki nilai sejarah dan religi yang besar sehingga perlu dijaga serta dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai sejarah dan kesakralannya.

“Rantau Binuang Sakti memiliki sejarah dan nilai religi yang sangat besar. Pemerintah tentu berkepentingan untuk menjaga, merawat dan mengembangkan kawasan ini dengan tetap mempertahankan nilai sejarah dan kesakralannya,” terangnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu juga telah melakukan peninjauan kawasan Wisata Religi Rantau Binuang Sakti sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan kegiatan.

Peninjauan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari sarana dan prasarana, akses menuju kawasan, kebersihan hingga kenyamanan jamaah dan para peziarah.

Syafaruddin berharap semangat yang lahir dari pelaksanaan Milad dan suluk dapat terus dipelihara dan dikembangkan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berperan dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat, tetapi juga dapat mempererat hubungan antara jamaah, keluarga Syekh Abdul Wahab Rokan, tokoh agama, masyarakat dan pemerintah.

“Harapan kita, kegiatan ini terus memberikan manfaat bagi jamaah, keluarga Syekh Abdul Wahab Rokan, masyarakat sekitar dan pemerintah. Yang paling penting, nilai-nilai perjuangan beliau dapat terus menjadi teladan bagi generasi kita,” pungkasnya.

Puncak Milad ke-218 sekaligus penutupan suluk berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga warisan keagamaan, sejarah, dan nilai-nilai keteladanan Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan di Kabupaten Rokan Hulu.

Rido/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *