Mengabarkan.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal.
Upaya tersebut dibahas dalam talk show interaktif bertajuk “Surambi Nogori Bupati Menyapa” yang digelar di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Rokan Hulu, Kamis (10/9/2026).
Mengusung tema “Bersama Membangun Negeri”, forum dialog tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai strategi dan terobosan pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan destinasi wisata unggulan, pelestarian budaya serta pemenuhan infrastruktur pendukung.
Talk show menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rokan Hulu H. Helfiskar, S.H., M.H., perwakilan Bapperida Rokan Hulu Simel Meri, S.E., M.Si., serta Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Rokan Hulu Tasmid.
Dalam pemaparannya, Kepala Disparbud Rokan Hulu Helfiskar menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah destinasi wisata yang saat ini telah berkembang. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan kawasan wisata baru yang dinilai memiliki potensi strategis.
“Kami menyampaikan progres pengelolaan objek wisata yang ada saat ini, sekaligus menyiapkan rancangan pilot proyek strategis pariwisata Rokan Hulu yang ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2027 mendatang,” ujar Helfiskar.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan daya tarik destinasi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat serta membuka peluang tumbuhnya sektor usaha pendukung pariwisata.
Dari sisi perencanaan pembangunan, Bapperida Rokan Hulu menyoroti perlunya inovasi dalam mencari sumber pembiayaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) serta kemitraan dengan pihak swasta dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata.
“Kolaborasi dan inovasi pembiayaan menjadi penting agar pembangunan tetap dapat berjalan meskipun kemampuan fiskal daerah terbatas,” menjadi salah satu poin yang mengemuka dalam pembahasan.
Sementara itu, keterlibatan LKA Rokan Hulu menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan sektor pariwisata tetap sejalan dengan identitas dan nilai budaya masyarakat setempat.
Pelestarian kearifan lokal dinilai perlu menjadi landasan dalam setiap proses pemugaran maupun pengembangan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Melalui forum “Surambi Nogori Bupati Menyapa”, Pemkab Rokan Hulu berharap terbangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pemangku adat dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Pengembangan destinasi wisata dan pelestarian budaya diharapkan tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat serta mendukung terwujudnya pembangunan Rokan Hulu yang lebih maju. Rido/Adv Husus






