Polres Rohul Menang Paraperadilan, AKP Raja: Ini Bukti Proses Lidik dan Sidik Sesuai Mekanisme Peradilan

Polres Rokan Hulu (Rohul) memenangkan gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh Imam Wijaya sebanyak 2 gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian, pada Senin (30/10/2023). Foto/Istimewa

Mengabarkan.com – Polres Rokan Hulu (Rohul) memenangkan gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh Imam Wijaya sebanyak 2 gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian, pada Senin (30/10/2023).

Adapun materi dari gugatan itu, yakni terkait sah atau tidaknya penetapan tersangka dengan pokok perkara tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1)  KUH Pidana dan sah atau tidaknya penetapan tersangka dengan pokok perkara tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 C Jo Pasal 80  ayat 1 Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan Kedua atas  Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang.

Dalam sidang gugatan itu, Majelis Hakim tunggal Henry Diputra Nainggolan, menolak permohonan gugatan praperadilan pemohon untuk seluruhnya dan membebankan biaya persidangan kepada pemohon.

Usai putusan tersebut, Kapolres Rokan Hulu AKBP Budi Setiyono, melalui Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu AKP Dr Raja Kosmos Parmulais menyampaikan, dalam menghadapi gugatan praperadilan tersebut, pihaknya didampingi Bidang Hukum Polda Riau, Kombes Pol Taufik Lukman Hidayat bersama tim.

“Dalam proses persidangan selama 6 kali ini, kita yakini bahwa penetapan tersangka sudah sesuai mekanisme gelar perkara, yaitu adanya 2 alat bukti berdasarkan KUHAP serta dikuatkan dengan telah dilakukan ekspose terkait perkara ini ke Kejaksaan Rohul,” ujar AKP Dr Raja, Senin (30/10).

AKP Dr Raja menjelaskan, untuk berkas kedua perkara sudah memasuki tahap satu ke Kejaksaan dan tinggal menunggu hasil penelitian dari Jaksa. Dan jika sudah sudah lengkap, maka akan diserahkan penanganannya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Saya berharap tidak ada lagi opini negatif di tengah masyarakat melalui media sosial (medsos). Kami yakin, bahwa proses lidik dan sidik yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim Polres Rohul sudah sesuai ketentuan dan sudah teruji sesuai mekanisme Peradilan,” tegas AKP Dr Raja.

“Tujuan kami memberikan kepastian hukum yang berkeadilan kepada setiap orang yang berperkara,” sambungnya.

Kasat Reskrim ini menambahkan, dengan dimenangkanya praperadilan tersebut, sebagai bukti bahwa kepolisian tidak pandang bulu dan selalu akan bersikap netral serta profesional dalam menangani setiap perkara.

“Menangnya praperadilan ini, sebagai bukti bahwa kita selalu profesional dan neteral dalam menangani perkara,” tegas AKP Dr Raja. (Paber).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *