Mengabarkan.com – Menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif menjadi prioritas utama Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya terus melakukan pendekatan secara humanis melalui kegiatan sambung rasa bersama warga binaan, yang dilaksanakan usai senam pagi di lingkungan lembaga pemasyarakatan setempat, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian, Efendi Parlindungan Purba, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Veazanol Kosuma, jajaran pejabat struktural, serta komandan jaga.
Dalam arahannya, Ka KPLP Veazanol Kosuma menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama.
Ia mengingatkan seluruh warga binaan agar tidak melakukan pelanggaran yang dapat menghambat proses pembinaan yang sedang dijalani. Sebaliknya, ia mengajak agar semua warga binaan dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan sungguh-sungguh dan tertib.
“Ketaatan terhadap aturan akan sangat membantu proses perubahan diri dan memperlancar masa pembinaan. Hindari segala hal yang melanggar ketentuan, agar kita semua bisa hidup dalam lingkungan yang aman dan nyaman,” ujar Veazanol.
Sementara itu, Kalapas Efendi Parlindungan Purba menambahkan bahwa komitmen menjaga ketertiban ini juga selaras dengan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Salah satu fokus utamanya adalah memberantas peredaran narkotika serta tindak pidana penipuan dengan berbagai modus yang kerap terjadi di lingkungan Lapas maupun Rutan.
“Kami mengajak seluruh warga binaan untuk memulai perubahan dari diri sendiri. Jauhi segala bentuk pelanggaran yang hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri,” tegas Efendi.
Pada kesempatan yang sama, pihak Lapas juga mengingatkan warga binaan untuk memanfaatkan fasilitas komunikasi resmi yang telah disediakan, yaitu layanan Wartelsuspas. Penggunaan jalur komunikasi resmi ini diharapkan dapat mempererat hubungan dengan keluarga, sekaligus mencegah penyalahgunaan sarana komunikasi yang melanggar aturan.
Kegiatan sambung rasa ini menjadi wadah efektif untuk menjembatani komunikasi antara petugas dan warga binaan. Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian berharap, melalui pendekatan ini akan tumbuh kesadaran bersama, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan mendukung keberhasilan proses pembinaan.
Penulis: Riski
Editor: Paber Siahaan SH
