Mengabarkan.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya melalui pembinaan kerohanian.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian dengan Gereja Bethel Indonesia (GBIS) Jemaat Kasih Karunia, Rabu (9/9/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan beragama Kristen. Melalui sinergi tersebut, kedua pihak berkomitmen menghadirkan pembinaan kerohanian yang berkelanjutan guna memperkuat keimanan, moral, serta karakter Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.
Penandatanganan MoU dihadiri PDM Erlina Waty Sirait. Sementara dari Lapas Pasir Pengaraian hadir Kepala Lapas Efendi P. Purba, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Andi Rahman, serta Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Registrasi dan Bimkemas) Ega Saputra.
Kalapas Pasir Pengaraian, Efendi P. Purba, mengatakan pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membentuk perubahan positif pada diri Warga Binaan.
“Pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kerja sama dengan GBIS Jemaat Kasih Karunia, kami berharap Warga Binaan beragama Kristen dapat memperoleh pembinaan keagamaan secara berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan keimanan, membentuk karakter yang lebih baik, serta menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujar Efendi.
Menurutnya, pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada pelaksanaan aturan selama Warga Binaan menjalani masa pidana, tetapi juga diarahkan untuk mempersiapkan mereka agar mampu kembali dan beradaptasi secara positif di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Binadik dan Giatja Lapas Pasir Pengaraian, Andi Rahman. Ia menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui pendekatan spiritual memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan karakter Warga Binaan.
“Pembinaan kerohanian menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran dan karakter Warga Binaan. Dengan adanya sinergi bersama GBIS Jemaat Kasih Karunia, kami berharap kegiatan pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi Warga Binaan, khususnya dalam membangun sikap, moral, dan keimanan,” ungkap Andi Rahman.
Melalui MoU tersebut, Lapas Pasir Pengaraian berharap kerja sama dengan GBIS Jemaat Kasih Karunia dapat berlangsung secara berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan.
Sinergi ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Pasir Pengaraian dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan inklusif, dengan tetap menghormati hak Warga Binaan untuk memperoleh pembinaan sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Pembinaan kerohanian diharapkan tidak hanya memberikan penguatan spiritual selama berada di Lapas, tetapi juga menjadi bekal bagi Warga Binaan dalam menjalani proses reintegrasi sosial serta membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Penulis: Rido Siboro






