Cegah Karhutla di Kuansing Riau, AKBP Pangucap Ajak UPIKA dan Desa Buat Grup WhatsApp

Kapolres Kuansing AKBP Pangucap saat memimpin Rapat Koordinasi Pencegahan, Pengendalian Dan Penangulangan Karhutla Kabupaten Kuansing Tahun 2023’ Foto/Mengabarkan.com

Mengabarkan.com – Keseriusan Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya semakin terlihat.

Salah satunya, Polres Kuansing mengundang Forkopimda dalam agenda ‘Rapat Koordinasi Pencegahan, Pengendalian Dan Penangulangan Karhutla Kabupaten Kuansing Tahun 2023’ di ruang multimedia, kantor bupati Kuansing, pada Selasa (3/10/2023), sekira pukul 10.00 WIB.

Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito dalam arahannya mengatakan, bahwa kondisi karhutla di triwulan ke-3–bulan September 2023 terdapat peningkatan titik api di Kuansing, yaitu sebanyak 42 titik api  dengan luasan yang terbakar 27,85 hektare.

“Kami memiliki aplikasi Lancang Kuning yang berguna untuk memantau titik hotspot dan kami menyarankan agar Unit Pimpinan Kecamatan (UPIKA) bersama dengan Desa dapat membuat group WA untuk memantau perkembangan karhutla di wilayah masing-masing,” ujar Pangucap.

AKBP Pangucap menambahkan, agar seluruh camat juga melakukan edukasi dan sosialisasi ke desa-desa dengan menghadirkan unsur Polsek , Koramil tenaga kesehatan dan MPA.

“Sekali lagi, buatlah grup bersama dengan Forkopimda Kuansing untuk memonitoring kegiatan pengendalian karhutla,” jelas AKBP Pangucap.

“Kemudian membentuk tim gabungan yang terdiri Dinas Intansi terkait dengan melakukan cek kesiapan alat – alat ke perusahaan,” sambugnya.

Selain Pangucap, Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, juga menyampaikan, bahwa saat ini kondisi udara dan jarak pandang di Kuansing semakin memburuk.

“Kita lihat sendiri kondisi udara dan jarak pandang yang semakin memburuk membuat kita hari ini melaksanakan rapat koordinasi penanganan karhutla. Agar masing-masing desa menghidupkan kembali Masyrakat Peduli Api (MPA) sebanyak 1 pleton dengan tujuan mendeteksi sedini mungkin terjadinya karhutla di wilayah masing-masing,” ujar Bupati.

Bupat juga meminta agar masing-masing desa mengundang Upika dalam hal melakukan sosialisasi larangan membakar lahan dengan sasaran semua desa.

Bupati Kuansing berharap, agar pihak perusahaan yang ada di Kuansing peduli dengan lingkungannya dengan cara mengambil langkah cepat dalam hal penanganan karhutla serta mendorong BPBD menyiapkan rencana kontijensi karhutla sehingga lebih terkoordinir dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla dengan dibantu personil dari instansi lainnya.

Sementara, Danramil 02 Kuantan Tengah Kapten Inf Legimin menyampaikan, bahwa pencegahan lebih baik dari pada penindakan. Untuk itu, lanjutnya, perlu digencarkan kegiatan sosialisasi di masing-masing desa terhadap pencegahan karhutla.

“Bagi pihak-pihak yang memiliki peralatan-peralatan standar penanganan karhutla agar dilakukan pengecekan terhadap alat tersebut,” ujar Danramil. (Paber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *