Kapolres Rohul: Penanganan Karhutla Bukan Hanya Polisi, TNI dan BPBD tapi Kita Semua

Kapolres Rokan Hulu AKBP Budi Setiyono SIK, MH. Foto/Mengabarkan.com

Mengabarkan.com – Kapolres Rokan Hulu Riau, AKBP Budi Setiyono SIK, MH tak bosannya menyampaikan motivasi kepada seluruh tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hulu.

Menurutnya, jika terjadi karhutla, maka penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama, dan selalu kompak.

“Dalam penanganan karhutla itu tidak ada istilah, ‘Itu tugas polisi, TNI, BPBD’, tapi semuanya harus terlibat, sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai,” kata AKBP Budi, saat wawancara dengan reporter Mengabarkan.com, pada Selasa (2/4/2023).

Kapolres menyampaikan, dengan terciptanya kolaboratif di lapangan, maka pemadaman api akan cepat teratasi dengan sempurna.

“Intinya itu kolaboratif. Kalau ini tercipta, penanganan karhutla akan mudah, karena tak ada lagi pengkotak-kotakan,” jelas AKBP Budi.

Cek Embung

Sementara itu, dalam pencegaha karhutla tersebut, AKBP Budi juga telah menginstruksikan kepada seluruh tim untuk melakukan pengecekan embung di setiap wilayah di Rohul.

“Jadi setelah kita petakan, kendala utama dalam pemadaman itu adalah ketersediaan air, sehingga jika terjadi kebakaran sangat sulit untuk dipadamkan. Nah, itulah gunanya adanya embung tersebut, sehingga bisa menampung ketersediaan air,” jelas AKBP Budi.

AKBP Budi menjelaskan, di Kabupten Rokan Hulu terdapat 92 embung yang berada di beberapa wilayah di kecamatan. Dan saat ini kondisi airnya masih kering, karena faktor cuaca ekstrem.

“92 embung ini masih ada yang tidak ada airnya. Dan itu sudah kita sampaikan kepada seluruh tim, dan pihak perusahaan, agar segara mengisi air ke dalam embung tersebut, sehinga jika terjadi kebakaran, pemadaman bisa cepat diatasi,” jelas Kapolres. (Paber).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *