Keseruan Tersaji saat Kongregasi SCMM Sumbar Kunjungi Gereja Katolik Rohul Riau

saat perayaan Ekaristi Minggu kelima masa Paskah berlangsung, terlihat puluhan anak-anak ikut mendampingi Pastor Andreas Dedi Dores Salamanang, Pr, dengan dilengkapi seragam bak biarawan dan biarawati. Ada yang seperti Uskup, Pastor dan Suster. Foto/Megabarkan.com

Mengabarkan.com – Seru dan bahagia! Itulah yang terpancar dari wajah ratusan umat dari Gereja Katolik, Santo Ignatius, Pasir Pengaraian, Rokan Hulu Riau.

Hari itu, ratusan anak, mulai dari Orang Muda Katolik (OMK), Bina Iman Remaja (BIR) dan Bina Iman Anak (BIA) bernyanyi rohani bersama lima suster dari Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih dari Maria Bunda yang berbelas Kasih (SCMM), Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Kegiatan ‘Aksi Panggilan Kongregasi Suster SCMM’ itu, berlangsung selama tiga hari yang dumalai dari Jumat (5/5/2023) sampai Minggi (7/5). Kongregasi tersebut juga memboyong anak-anak dari Panti Asuhan Santo Leo dari Padang, Sumbar.

Pimpinan Panti Asuhan Santo Leo Padang, Suster M. Isabella Bili Lete, SCMM. Foto/Mengabarkan.com

Pimpinan Panti Asuhan, Suster (Sr). M. Isabella Bili Lete, SCMM menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan aksi panggilan sekaligus memperkenalkan kongregasi SCMM kepada umat Katolik di Paroki Santo Ignatius.

“Dalam kegiatan ini, kita memperkenalkan apa itu Kongregasi SCMM, serta menampilkan karya-karya kongregasi kepada semua umat katolik di sini,” kata Sr. M. Isabella, kepada reporter Mengabarkan.com, di Gereja Katolik Pasir Pengaraian, pada Minggu (7/5).

Sr. Isabella menambahkan, pihaknya berama 4 suster lainnya juga turut mengajak serta memberikan edukasi rohani kepada anak-anak, tentang perjalanan menuju biarawan dan biarawati.

“Kita berharap, ke depan anak-anak dari Paroki Santo Ignatius Pasir Pengaraian ini ada yang terpilih menjadi pastor dan suster. Dan kepada orangtua, jangan takut memasukan anak-anaknya menjadi pastor atau suster. Percayalah, Tuhan akan memberikan berkat kepada kita,” pesan Sr. Isabella.

Sementara itu, saat perayaan Ekaristi Minggu kelima masa Paskah berlangsung, terlihat puluhan anak-anak ikut mendampingi Pastor Andreas Dedi Dores Salamanang, Pr, dengan dilengkapi seragam bak biarawan dan biarawati. Ada yang seperti Uskup, Pastor dan Suster.

Sejarah Singkat Kongregasi SCMM

Dikutip dari scmm.or.id, Kongregasi SCMM merupakan singkatan dari bahasa Latin Congregatio Sororum Caritatis a nostra Domina Matre Misericordiae yang artinya Kongregasi Suster-Suster Cintakasih dari Maria Bunda yang berbelaskasih. Kongregasi ini didirikan oleh Mgr. Joannes Zwijsen pada tanggal 23 November 1832 di Belanda dan merupakan Kongregasi Religius Apostolik Kepausan yang bersifat internasional, yang dibaktikan untuk menghadirkan Cinta dan Belaskasih Allah yang menyembuhkan dan menyelamatkan, terutama kepada mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tertindas

Tahun 1885, Bapa Uskup Padang Mgr. Godschalk memohon pada Pimpinan Umum SCMM Sr. Syncletica Smarius untuk mengutus beberapa Suster yang dapat memberi pelajaran agama kepada para pemudi di Padang, yang pada saat itu masih merupakan bagian dari Episkopal Batavia. Mengapa khusus kepada para pemudi? Karena merekalah nanti yang menjadi terang keluarga. Selain dari itu, mereka membutuhkan keahlian dalam pekerjaan tangan, seperti: merajut, merenda dan lain-lain. Lambat laun usaha ini berkembang menjadi pelajaran pendidikan di TK dan SD.

Maka pada tanggal 27 Mei 1885 diutuslah sembilan Suster sebagai misionaris pertama ke Indonesia. Mereka tiba di Padang pada tanggal 12 Juli 1885 tinggal di Biara pertama St. Leo di Padang. Karya-karya mereka yang sederhana mencakup: bidang pendidikan, kesehatan (Poliklinik, Balai Klinik Ibu & Anak dan Rumah Sakit), Panti Asuhan anak yatim piatu, panti lansia, panti anak-anak cacat, pelayanan di perkampungan orang-orang kusta, usaha-usaha pendampingan dan pastoral care. (Paber)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *