Mayat Berulat di Kebun Sawit, Satreskrim Polres Rohul Tetapkan Tiga Tersangka

Kasat Reskrim Polres Rohul, AKP D Raja Napitupulu SIK saat melakukan olah TKP. Foto Mengabarkan.com

Mengabarkan.com – Penemuan sesosok mayat pria di kebun sawit milik warga di Kelurahan Kepenuhan, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau akhirnya menemukan titik terang.

Dari hasil pengembangan, Polisi mentapkan tiga orang tersanga dengan peran yang berbeda.

“Setelah menerima hasil autopsi, pihak kita langsung melakukan penyelidikan secara mendalam. Dan dari hasil itu, kita menetapkan tiga orang tersangka. Dua perempuan dan satu laki-laki,” kata Kapolres Rokan Hulu AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK, MH, melalui Kasat Reskrim AKP D Raja Napitupulu.

“Inisal YY perempuan, PA, perempuan dan  BP, seorang laki-laki,” sambung AKP D Raja, kepada Mengabarkan.com, pada Minggu (26/2/2023) malam.

AKP Raja menyampaikan, untuk saat ini pihaknya belum bisa menyampaikan apa motif pelaku menghabisi nyawa korban. Serta apa peran ketiganya dalam kasus tersebut.

“Yang jelas, Senin (27/2/2023) pagi,  akan kita adakan pres release. Nanti akan kita sampaikan apa penyebab meninggalnya korban serta motif di balik tewasnya Ponti,” ujar Kasat singkat.

Untuk diketahui, pada Rabu (22/2/2023), seorang warga yang hendak mencari brondol buah sawit menemukan sesosok mayat pria yang sudah berulat di kebun sawit milik warga dalam kondisi telentang.

Mayat yang sudah membusuk itu ternyata bernama Ponti Muliyanto, yang berprofesi sebagi penjual ayam potong di Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hulu.

“Saya mau cari brondolan, terus saya mencium bauk tidak enak, ternyata bau itu berasal dari sesosok mayat. Dan saya langsung melapor ke warga sekitar dan Polsek Kepenuhan,” kata S, pada Rabu (22/2/2023) lalu.

Sementara itu, setelah penemuan mayat tersebut, Polisi pun langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan selanjutnya membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan autopsi.

Dari hasil autopsi tersebut, kata AKP Raja, terdapat luka di bagian kepala akibat menyentuh objek benda. Sementara, tulang rawan leher gondok sebelah kiri korban patah.

“Yang jelas, motif di balik meninggalnya korban itu belum bisa kita simpulkan sekarang, karena masih penyelidikan. Mohon bersabar, dalam waktu dekat akan kita sampaikan hasilnya,” jelas AKP Raja pada waktu itu. (Ber).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *