Dinilai Tanggap Atasi Persoalan, Tokoh Adat Apresiasi Kinerja Kapolres AKBP Budi Setiyono

Kapolres Rokan Hulu AKBP Budi Setiyono (tengah) saat berada di lokasi warung remang-remang. Ia terlihat berdialog dengan emak-emak dan pemilik warung. foto/Istimewa

Mengabarkan.com – Sosok AKBP Budi Setiyono menjadi perhatian publik atas kinerjanya saat menertibkan warung remang-remang yang diduga dijadikan sebagai tempat prostitusi. Atas responsipnya, situasi pun menjadi aman dan kondusif.

Penyampaian itu datang dari salah seorang tokoh adat di Kabupaten Rokan Hulu, Amin P. Ia menyampaikan apresiasinya dan sekaligus ucapan terima kasih kepada Kapolres Rohul yang dinilai respon dan tanggap terhadap situasi yang terjadi di wilayah hukum Polres Rokan Hulu, khususnya dalam mewujudkan Harkmtibmas di tengah-tengah masyarakat.

Selain apresiasi kepada AKBP Budi Setiyono, Amin P juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Rambah Hilir, Ipda Deby Azhar atas kesigapanya dalam mengatasi kemanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Rambah Hilir.

“Sebagai pemangku adat, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Kapolsek Rambah Hilir yang sigap menertibkan warung remang-remang di Desa  Rambah Kecamatan Rambah Hilir,” ujar Amin P yang merupakan Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hulu di Pasir Pangaraian, pada Jumat (28/7/2023).

Selain meberikan apresiasi, Ia juga berpesan agar Personil Satpol PP Rohul tetap konsisten dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda), tentang Penyakit Masyarakat (Pekat) di Rokan Hulu.

“Kami atas nama masyarakat dan tokoh adat berharap agar Satpol PP Rohul dapat menegakkan Perda yang sudah dibuat oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Rohul.

Untuk diketahui, sebelumnya peristiwa pembakaran warung remang-remang terjadi di Desa Rambah Baru dan Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir. Pembakaran itu dilakukan oleh puluhan emak-emak.

Mereka kesal melihat maraknya warung remang-remang yang diduga dijadikan sebagai tempat penjulan minuman keras serta menyedikan wanita penghibur.

Pembakaran itu juga dipicu atas adanya video viral di media sosial Feacebook yang memperlihatkan tarian yang tidak pantas, hingga menyulut emosi para emak-emak saat itu. (Paber).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *