
Mengabarkan.com – Sekelompok massa melakukan aksi demo karena tak terima adanya kecurungan saat penghitungan suara di Pemilu 2024.
Saat melakukan aksi tersebut, massa terlihat semakin beringas dan melempari aparat kepolisian yang berjaga saat itu.
Polisi pun memerintahkan pasukan awal yang sudah membentuk formasi dan petugas negosiator untuk melakukan iimbauan agar masing-masing kubu dapat mengendalikan massa pendukungnya serta tidak melakukan tindakan- tindakan yang bersifat provokasi.
Terlihat upaya petugas negosiator tidak dapat meyakinkan masing-masing kubu, sehingga terjadi peningkatan situasi hingga melempari petugas.
Seterusnya, Perwira Pengendali (Danki Dalmas) memerintahkan operator AWC untuk melakukan penyemprotan.
Massa pun semakin tidak terkendali dan melakukan tindakan-tindakan perlawanan aktif yang mengakibatkan beberapa petugas mengalami luka.
Massa semkain tak terkendali, Perwira Pengendali memerintahkan kepada tim Raimas untuk melakukan penguraian massa (peringatan kepada massa dengan penembakan fleshball).
Akibat dari penembakan tersebut, massa semakin beringas dan melakukan pengrusakan terhadap unit raimas serta melukai beberapa personel.
Kapolres memerintahkan kepada Danki Dalmas untuk mengambil langkah – langkah tegas.
Danki Dalmas memberikan imbauan kepada massa untuk tidak melakukan tindakan-tindakan melawan hukum dan minta massa membubarkan diri, namun massa tidak mengindahkan imbauan petugas.
Selanjutnya Danki Dalmas memerintahkan untuk melaksanakan penyemprotan agar memecah massa.
Demikian salah satu rangkaian simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispammako) dalam pengamanan Pemilu Tahun 2024 di Polres Rohul, pada Selasa (17/10/2023).
Plh Kapolres Rohul, AKBP Mihardi Mirwan, menjelaskan, ada tiga skenario yang dijalankan dalam simulasi pemilu tahun 2024 mendatang.
Pantauan di lokasi simulasi, polisi terlihat berupaya melakukan pendekatan persuasif yang dilakukan pada semua tingkatan pengamanan.
Ketika massa tetap anarkistis, barulah tindak tegas diberlakukan sesuai standar operasional prosedur, yakni menghalau atau memukul mundur massa tanpa melukai. (Paber).






