Cerita di Balik Pengungkapan 1 Kilogram Sabu dari Negeri Jiran

Tersangka AA atas dugaan kasus sabu berhasil diringkus Satresnarkoba Polres Rohul. Foto/Mengabarkan.com

Mengabarkan.com – Senin, 2 Oktober 2023, merupakan hari bersejarah bagi Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Rokan Hulu, Polda Riau, atas keberhasilanya dalam mengungkap peredaran narkoba jaringan internasional.

Pria inisial AA alias Eka, umur 40 tahun itu tak berkutik saat polisi meringkusnya di Gang Horas, Kecamatan Ujung Batu, Rokan Hulu (Rohul), sekitar pukul 20.00 WIB.

Dari tangan AA, yang merupakan warga Dumai itu diamankan 1 kilogram sabu yang dikirimkan oleh seorang bandar bernama Juli asal negeri jiran, Malaysia.

Lantas, bagaiman cerita di balik pengungkapan 1 kilogram sabu ini? Reporter Mengabarkan.com mencoba mengkonfirmasi Kasat Narkoba AKP Riza Effyandi melalui Kanitnya, Aipda Arif Arman.

Aipda Arif menceritakan, penangkapan terhadap AA dilakukan dengan cara pembelian terselubung atau Undercover Buying. “Kita menyamar sebagai pembeli (sabu),” kata Aipda Arif, pada Jumat (6/10) di kantornya.

Dijelaskannya, dari hasil informasi yang didapat, bahwa ada bandar sabu dari negara Malaysia. Polisi pun mencoba untuk menghubungi bandarnya dengan berpura-pura memesan barang haram tersebut.

Sering berjalan waktu, bandar sabu itu akhirnya sepakat untuk melakukan transaksi jual beli sabu, dengan mengutus AA untuk mengantarnya ke Rokan Hulu.

“Awalnya AA ini minta bertemu di daerah Kecamatan Tandun, dengan alasan minyak bensin mobilnya habis, tapi kita tak mau. Jadinya sepakat di Kecamatan Ujung Batu di Gang Horas,” beber Aipda Arif.

“Sebenarnya, sebelum tiba di Ujung Batu, kita juga sudah mengikuti dia dari belakang. Nah, saat kita minta masuk ke Gang Horas itu lah, kurir itu kita tangkap,” sambungya.

Aipda Arif menjelaskan, terkait bandar sabu yang ada di Malaysia itu, pihak Satresnarkoba Polres Rohul sudah koordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau.

Sementara itu, saat penangkapan AA, polisi mengamankan berupa satu unit HP Merk XIOMI POCO X3 warna biru, satu sarung hijau, satu buah bantal kecil warna coklat berisikan satu bungkus sabu yang dibungkus plastik warna putih bertuliskan number one, satu unit kendaraan roda 4 merek toyota Avanza warna abu-abu metalik, dengan nomor polisi BM 1739 RG dan satu buah STNK.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Junto 112 ayat 2 Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati. (redaksi).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *