Diduga Gelapkan Uang Pajak, Eks Karyawati Rumah Sakit Swasta di Rohul Diamankan Polisi

Diduga gelapkan uang pajak, eks karyawati di Rohul diamankan polisi. Foto/Mengabarkan.com

Mengabarkan.com – Inisial ERY yang merupakan eks karyawati di salah satu rumah sakit swasta di Rokan Hulu (Rohul), Riau, diamankan Satreskrim Polres Rohul.

Tersangka diamankan polisi pada Senin 30 Oktober 2023, sekitar pukul 09.40 WIB. Dan saat ini ERY sudah mendekam di sel Mapolsek Rambah.

Penahanan tersangka itu dibenarkan oleh Kapolres Rokan Hulu AKBP Budi Setiyono, melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Dr Raja Kosmos Parmulais, pada Selasa (31/10).

AKP Raja menyampaikan, ERY diamankan atas dugaan Tindak Pidana (TP) penggelapan uang dalam jabatan yang terjadi pada Selasa, 5 September 2023, saat tersangka bekerja di rumah sakit swasta yang terletak di Jalan Diponegoro, Desa Suka Maju Kecamatan Rambah, Rohul.

“Pelapornya dr WA, sedangkan saksi HE, KA, YU dan EJ,” beber AKP Dr Raja.

Kasat Reskrim menjelaskan, selain memgamankan tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa 12 lembar surat pengajuan pajak penghasilan untuk bulan Januari 2022 sampai Desember 2022, laporan kas harian Rumah Sakit, 12 Lembar, screenshot pemberitahuan pembayaran pajak penghasilan via email (e-Filling) bulan Januari 2022 sampai Desember 2022.

Selanjutnya, screenshot bukti pembayaran pajak penghasilan dari aplikasi DJP online dan enam bundel laporan keuangan yang dibuat tersangka.

Kemuduian, satu lembar slip pembayaran pajak penghasilan di Januari 2022, surat keputusan Direktur Rumah Sakit Nomor : 009/RSSI/DIR/I/2022 tanggal 13 Januari 2022, surat keputusan Direktur Rumah Sakit Nomor : 112/RSSI/KEP-DIR/VI/2022 tanggal 01 Juni 2022.

Adapun kronologi kejadian, kata Kasat, bermula pada Selasa 5 September 2023, sekitar pukul 13.00 WIB. YU ditelepon pihak kantor pajak Pekanbaru yang mengatakan, ‘Kenapa pajak penghasilan berkurang? Apa ada dokter yang berhenti? Kemudian YU menjawab, ‘kami cek dulu ya pak’.

Karena YU baru bekerja sejak Juni 2023 di Rumah Sakit Surya Insani itu, maka dirinya menceritakan hal tersebut kepada HE dan KA.

Kemudian, HE melakukan pengecekan Kas Harian, melakukan pengecekan pengajuan Pajak penghasilan, kemudian YU melakukan pengecekan pemberitahuan email masuk terkait pembayaran pajak penghasilan dari Rumah Sakit tersebut.

Saat dicek, ditemukan adanya pembayaran pajak penghasilan (PPH 21) mulai Februari 2022 sampai Desember 2022 yang tidak sesuai dengan pengajuan karena ada selisih nominal sebesar Rp 168.820.728.

Kemudian, kata AKP Raja, YU menelpon ERY sebagai mantan staf keuangan yang melakukan pembayaran pajak penghasilan pada Februari 2022 sampai Desember 2022 untuk menanyakan bukti pembayaran pajak penghasilan tersebut.

“Saat ditanya YU, tersangka ERY mengatakan bahwa bukti pembayaran pajak penghasilan ada di box penyimpanan. Kemudian, KA bersama HE dan YU mencari bukti pembayaran pajak penghasilan tersebut, namun hanya menemukan slip pembayaran pajak penghasilan bulan Januari 2022,” terang AKP Dr Raja.

Selanjutnya, pada Senin 11 September 2023, pelapor bersama KA dan YU datang ke rumah ERY untuk menanyakan pembayaran pajak penghasilan bulan Februari 2022 sampai Desember 2022 dengan memperlihatkan e-Filling.

“Saat ditanya, ERY mengakui telah menggelapkan uang pembayaran pajak penghasilan senilai Rp 168.000.000, karena terlilit pinjaman online,” jelas Kasat Reskrim.

Atas perbuatanya, polisi menjerat ERY dengan Pasal 374 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Dalam kasus ini, Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, para saksi dan tersangka, serta melakukan penyitaan terhadap barang bukti,” kata AKP DR Raja.

“Ke depannya, kita akan melengkapi berkas perkara, kemudian mengirimkan berkas ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rohul,” sambungnya. (Paber).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *